Beranda Berita Tokoh Masyarakat Larangan Sambut Kreo Clothing

Tokoh Masyarakat Larangan Sambut Kreo Clothing

0

Tokoh masyarakat Kecamatan Larangan, H. Karnadi merespon lahirnya Kreo Clothing yang dibangun oleh Percetakan Uang Republik Indonesia (Perum PERURI) Property di kawasan Cipadu, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang.

Cipadu yang memang sedari dulu terkenal dengan butiknya. Menurut Karnadi, adanya kawasan wadah bagi pemuda ini bisa menggenjot perekonomian warga sekitar pula.

“Kami merespon positif adanya Kreo Clothing. Selain wadahnya pemuda, bisa juga menggenjot perekonomian warga di sekitar sini,” ujarnya kepada tangerangonline.id, Kamis (19/12/2019).

Pria yang juga mantan anggota DPRD Kota Tangerang Periode 2009 – 2014 ini mengatakan, pihaknya bakal terus mendorong Kreo Clothing untuk pula memajukan UMKM warga di Kota Tangerang dan juga meminta untuk menjadi wadah pemuda Larangan.

“Seperti komunitas mural, fotografi, musik, kedai kopi, dan toko hobi dikawasan ini dan lainnya dapat mengasah bakat disini. Karena ada ruangannya nanti,” terang politikus asal Golkar tersebut.

“Yang pasti dengan dibuatnya Kreo Clothing saya ucapkan terima kasih, karena sudah membantu menurunkan angka pengangguran yang ada di Kota Tangerang dan juga dapat memajukan perekonomian masyarakat Larangan,” imbuhnya.

Sementara itu, Dirut Perum Peruri Property, Indra Setiadji mengatakan, total outlet yang tersedia di Kreo Clothing berjumlah 43 yang sebagian sudah akan diisi oleh beberapa UMKM baju dan industri kreatif lainnya.

Diperkirakan, Kreo Clothing mulai dibanjiri para pelaku usaha pada Januari 2020 mendatang.

“Ada 20 distro yang sudah konfirmasi, yang buka ada delapan. Sisahnya masih menunggu, karena sedang mengikuti festival,” ucap Indra.

Sekedar informasi, untuk mengisi outlet di Kreo Clothing tidak dipungut biaya. Namun, harus mengikuti serangkaian kurasi atau beberapa syarat tertentu.

Selain itu, nantinya di Kreo Clothing perbandingan outlet yang akan mengisi area tersebut adalah 85 persen untuk seni, dan baju. Sedangkan 15 persen lainnya untuk hobi dan gaya hidup. (Amd)