Home Bandara KKP Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang Asal Korea Selatan

KKP Bandara Soetta Perketat Pengawasan Penumpang Asal Korea Selatan

0

BANDARA SOETTA – Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Bandara Soekarno-Hatta memperketat pengawasan terhadap penumpang asal Korea Selatan. Hal ini dilakukan menyusul ditemukannya kasus Virus Corona atau COVID-19 di negeri asal ginseng tersebut.

Kepala KKP Kelas I Bandara Soetta, Dr Anas Ma’ruf mengatakan, pengawasan penumpang langsung dilakukan ke dalam kabin sesaat setelah pesawat tiba. Suhu tubuh penumpang diperiksa satu persatu menggunakan Thermo Gun di dalam kabin pesawat.

“Pesawat dari Korea kita lakukan pemeriksaan langsung di dalam pesawat. Petugas KKP beserta dengan petugas yang lain melakukan pemeriksaan di atas pesawat. Artinya untuk menemukan secara dini orang yang perlu diawasi atau penumpang yang harus mendapat perhatian,” kata Anas saat ditemui di Terminal 1B Bandara Soetta, Tangerang, Jumat (28/2/2020).

Anas menyebut, pengetatan pengawasan terhadap penumpang asal Korea Selatan dilakukan karena kasus Virus Corona meningkat tajam beberapa hari terakhir di negara tersebut.

Oleh karenanya, pemeriksaan suhu tubuh penumpang asal Korea Selatan dilakukan dua kali. Pertama dilakukan pemeriksaan menggunakan Thermo Gun di dalam kabin pesawat dan kedua pemindaian suhu tubuh menggunakan Thermal Scanner di Terminal Kedatangan.

“Kami tidak tidur, kita tetap meningkatkan pengawasan terhadap kedatangan penumpang dan juga personil pesawat yang masuk melalui Bandara Soekarno-hatta,” ujar Anas.

Menurut Anas, sedikitnya 11.000 penumpang dari berbagai negara diperiksa setiap harinya di Bandara Soetta. Apabila ditemukan penumpang yang dicurigai atau penumpang yang harus dengan perhatian akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas KKP Bandara Soetta.

“Kita juga melakukan pengamatan tanda dan gejala apakah ada orang yang demam, sesak atau batuk akan diperiksa lebih lanjut oleh petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan. Kemudian penumpang yang sehat diberikan kartu kewaspadaan kesehatan,” tutur Anas. (Rmt)