Upaya penyelundupan narkoba oleh seorang pilot maskapai asal Malaysia berinisial MSO terbongkar di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).
Tersangka kedapatan membawa 25,19 kilogram ekstasi atau sekitar 77 ribu butir, serta sabu seberat lebih dari 2 gram.
Ironisnya, MSO juga diketahui tengah berada di bawah pengaruh narkoba saat menerbangkan pesawat dari Kuala Lumpur menuju Jakarta.
Kepala Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Hengky Tomuan Parlindungan Aritonang, mengungkapkan adanya modus licik yang sudah dipersiapkan tersangka.
“Bahwa saat diperiksa awal, di dalam tas TSK Pilot MSO ditemukan botol kecil berisi cairan kuning yang ternyata urine,” kata Hengky kepada wartawan pada Senin (3/8/2026).
“Dari pengakuan (MSO), botol tersebut berisi urine ‘bersih’ sebelum yang bersangkutan mengonsumsi narkotika,” tambahnya.
Urine tersebut dikemas dalam botol kecil berwarna pink, menyerupai kemasan baby oil.
Dugaan kuat, cairan itu akan digunakan untuk mengelabui pemeriksaan mendadak oleh maskapai maupun petugas di bandar udara.
“Jadi jika ada tes urine mendadak oleh maskapai atau otoritas penerbangan, akan digunakan yang di botol tersebut, memang sudah persiapan,” tambah Hengky.
Namun, skenario MSO gagal total. Petugas berhasil mengungkap bahwa tersangka positif mengonsumsi sabu, ekstasi (inex), dan ganja sebelum penerbangan.
“Sabu ini dipakai sendiri, dan dari hasil pemeriksaan tes urine kemarin, ternyata positif memakai sabu, inex, dan ganja. Jadi pada saat terbang, itu sedang (telah) memakai,” jelas Hengky.
Saat ini, MSO ditahan oleh Bareskrim Polri untuk pengembangan lebih lanjut, termasuk dugaan keterlibatan jaringan peredaran narkoba internasional. (Rmt)

