Home Berita Ombudsman Banten Dorong Dinsos Se-provinsi Banten, Pendataan dan Penyaluran Bansos Covid-19 Segera...

Ombudsman Banten Dorong Dinsos Se-provinsi Banten, Pendataan dan Penyaluran Bansos Covid-19 Segera Tuntas

0

Serang, Banyaknya aduan masyarakat mengenai bantuan sosial (Bansos) penanganan covid 19. Ketua Ombudsman Banten Dedy Irsan mengungkapkan sebanyak 146 aduan melalui Posko Daring Covid-19 Ombudsman RI merupakan aduan terbanyak secara nasional hingga hari ini. Untuk itu, perlu ada penanganan lebih serius dari pihak-pihak terkait, khususnya Dinas Sosial yang menjadi salah satu garda terdepan program Bansos.

Kemudian lanjunya, mengenai pendataan penerima bantuan, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Banten, Dedy Irsan, mengatakan dialog yang digelar selasa kemarin (9/6), diperlukan mengingat pengaduan masyarakat yang diterima Ombudsman Banten mayoritas berkaitan dengan pendataan bansos, Oleh karenanya, menurut Dedy, sangat penting adanya upaya untuk menyampaikan data dan informasi kepada publik secara optimal serta mendorong keterbukaan agar bisa meminimalisir potensi penyimpangan yang terjadi di lapangan.

“Pemerintah Daerah sebaiknya tidak alergi terhadap laporan atau pengaduan masyarakat. Jadikan hal itu sebagai bahan atau input bagi pemerintah untuk meningkatkan dan atau melakukan perbaikan pelayanan publik,” Kata Dedy.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Provinsi Banten, Nurhana menyampaikan, mengenai jenis-jenis bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak covid-19 yang disalurkan oleh pemerintah merupakan dari berbagai sumber.

“Beberapa sumber Bantuan Sosial Tunai (BST) yang disalurkan oleh Kementerian Sosial dan Jaringan pengaman covid-19 yang disalurkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. dimana BST tersebut disalurkan ke enam Kota/Kabupaten dan Khusus Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan diberikan dalam bentuk paket sembako dengan nilai Rp. 600.000,- dan Dinas Sosial Provinsi Banten telah siap melakukan penyaluran sebesar Rp 97 M dengan sasaran 181.349 KK,“ ujar Nurhana.

Kemudian dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Ujar Sudrajat menjelaskan, kriteria penerima bantuan bagi warga yang terdampak covid-19 yaitu tertuang dalam Surat Edaran Bupati Tangerang tanggal 13 April tahun 2020 mengenai masyarakat yang mendapatkan bantuan sosial l. “Masyarakat miskin, pekerja informal seperti pedagang keliling maupun pedagang kecil, pengemudi ojek, buruh harian lepas, pengemudi angkutan umum, petani, penggarap, nelayan, penjual jasa dan penyandang disabilitas” kata Ujat Sudrajat.

Selain itu, Ujat mengatakan, bansos dibagi menjadi dua yaitu bantuan tunai dan nontunai, sama seperti di kabupaten/kota lainnya. “Bantuan tersebut ada yang berasal dari APBN, APBD Provinsi Banten, APBD Kabupaten Tangerang dan APB-Desa. APBDesa dipergunakan apabila dana dari APBD yang lainnya tidak mencukupi ataupun masyarakat belum terdata,” tambah Ujat.

Dalam proses pendataan dan penyaluran Bansos Covid-19, Ujat Mengakui kendala yang dihadapi oleh Dinas Sosial Kabupaten Tangerang adalah satu sisi harus taat terhadap protokol kesehatan.

“Tidak mudah untuk melakukan pendataan dan penyaluran. Sehingga (misalnya) kita menggunakan (gedung dan fasilitas) sekolah dasar untuk melakukan penyaluran (agar protokol kesehatan bisa dijalankan).”

Lalu Ujat, lanjutnya bagi warga yang berdomisili di Kabupaten Tangerang namun bukan merupakan warga Kabupaten Tangerang tetap menerima bantuan.

“Ini sudah dialokasikan melalui APBD Kabupaten Tangerang. Masyarakat tinggal mengurus surat keterangan dari desa maupun kelurahan setempat,” Tegasnya.

Selain itu Kepala Dinas Sosial Kota Cilegon, Achmad Jubaedi, menyampaikan bahwa, BST APBN Kota Cilegon sudah disalurkan sebanyak 90% melalui kantor POS dan telah memasuki tahap ke dua.

“Saat ini penyaluran BST di Cilegon sudah memasuki tahap kedua penyaluran,” Katanya Jubaedi.

Lanjutnya, penyaluran oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian berupa uang tunai dan beras juga diberikan kepada petani dan nelayan yang terdampak. Sedangkan Jaminan sosial yang berasal dari APBD Provinsi saat ini baru disalurkan ke tiga Kelurahan di Kota Cilegon. “Sisanya akan segera disalurkan setelah data selesai, ” kata Jubaedi.