Home Berita FBMP Kampanye Pembentukan Bank Sampah Setiap Desa

FBMP Kampanye Pembentukan Bank Sampah Setiap Desa

0

Forum Bersama Masyarakat Pantura (FBMP) bakal mengkampanyekan pembentukan bank sampah di setiap desa yang ada di pantura.  Kegiatan tersebut untuk meminimalisir volume sampah di pantura.

Pihaknya mengajak warga masyarakat pantura untuk membiasakan budaya bersih di lingkungan masing-masing dengan tujuan agar sehat dan nyaman.

Masyarakat era sekarang tidak bisa begitu saja menutup mata terhadap permasalahan sampah. Lambat laun, sampah seolah jadi boomerang. Menumpuk, berbukit-bukit. Pemerintah terpaksa terus mengekspansi lahan Tempat Pembuangan Akhir. Sampah akan berbalik mengancam keselamatan manusia jika cara pengelolaannya tidak mengalami perubahan berarti. Bencana alam seperti banjir, longsor, pencemaran air, penyebaran penyakit dan ancaman lainnya.

Ketua FBMP Utara Wawan Wahyudie mengatakan, Bank Sampah, kini menjadi salah satu solusi untuk mengefektifkan dan mengefesiensi pengelolaan sampah skala rumah tangga.

“Kami bersama forum akan mengampanyekan sekaligus sosialisasi pembentukan bank sampah di tiap desa-desa yang ada di wilayah pantura,” kata Wawan Wahyudie, Minggu (20/12/2020).

Dia mengungkapkan, tujuan dari kegiatan ini yaitu untuk sosialisasi pembuatan bank sampah dalam meningkat kesadaran masyarakat akan pentingnya tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu bank sampah berguna bagi seluruh masyarakat desa yang ada di pantura agar tidak membuang sampah atau membakar sampah, karena dari sampah-sampah tersebut dapat menghasilkan materi, kerajinan dan lainnya.

“Kalau ini bisa di dukung oleh semua kades, sehingga mampu mendongkrak ekonomi masyarakat yang ada di desa,” terangnya.

Sekretaris FBMP Utara Sulaiman Al Farisi menambahkan, melalui sosialisasi dan pendampingan pada masyarakat desa, dapat  mengetahui bagaimana mengelola sampah menjadi barang yang bernilai ekonomis.  Sampah yang selama ini hanya dipandang sebelah mata oleh masyarakat umumnya dimana sampah merupakan sesuatu yang menimbulkan bau yang tidak sedap, kotor dan menjijikkan. Tapi dengan adanya suatu kegiatan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah, sampah yang bau dan kotor tersebut apabila dikelola dengan baik dapat bernilai ekonomis.

“Kebersihan salah satu program unggulan Pemda Tangerang. Dan kegiatan ini juga membantu menyukseskan program pemerintah dalam hal penanggulangan sampah. Mudah-mudahan niat yang tulus ini mendapat dukungan dari semua pihak, sehingga sampah yang selama ini menjadi persoalan bisa di minimalisir,” tutupnya. (Sam)