Home Bandara Korban Penganiayaan di Bandara Soetta Meminta ‘Pasiennya’ Dihukum

Korban Penganiayaan di Bandara Soetta Meminta ‘Pasiennya’ Dihukum

0

Deri Winanto (32), perawat di Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Narkotika Serang, Banten yang diserang oleh RA (19) di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) meminta peristiwa yang menimpa dirinya diproses secara hukum.

“Hasil koordinasi dengan saudara Deri Winanto bahwa dari sisi sosial memaafkan perbuatan Saudara Rafli (RA). Namun dari sisi hukum meminta proses ditindak lanjuti,” kata Kasat Reskrim Polresta Bandara Soetta, Kompol Alexander Yurikho, Senin (1/3/2021).

Alexander menuturkan, jajarannya telah mengirimkan permintaan visum (visum et repertum) korban ke pihak RS Ciputra Hospital Citra Garden City Jakarta.

“Akibat penganiayaan yang dialami oleh saudara Deri Winanto mengalami luka pada bagian leher sebelah kiri (3 urat leher putus) serta tangan bagian kiri (1 urat tendon putus) sehingga terhadap dilakukan operasi,” ungkapnya.

Kata Alexander, biaya operasi dan perawatan korban kurang lebih Rp35 juta ditanggung oleh pihak Yayasan Dhira Suman Tritoha tempat Deri bekerja.

Terkini, korban masih belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut karena masih kesulitan berbicara.

“Saudara Deri Winanto akan mengabari penyidik untuk dilakukan pemeriksaan di rumahnya. Direncakan saudara Deri pulang dengan dijemput pihak keluarga dari Rangkasbitung,” tutur Alexander.

Sebelumnya, Deri menjadi korban penyayatan leher di area parkir mobil Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (27/2/2021) dini hari.

Korban diduga disayat menggunakan pisau cukur oleh seorang pria yang pernah dia rawat beberqpa bulan lalu.

Peristiwa tersebut terjadi saat korban berupaya menjemput pelaku yang hendak pergi ke Bali di Bandara Soetta.

Diduga pelaku mengalami gangguan jiwa lantaran pernah dirawat di Pusat Rehabilitasi Gangguan Jiwa dan Narkotika Yayasan Dhira Suman Tritoha di Serang, Banten. (Rmt)