Home News Update Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Bojongleles Menolak Lahan Terkena Proyek Jalan Tol...

Ganti Rugi Belum Dibayar, Warga Bojongleles Menolak Lahan Terkena Proyek Jalan Tol Serpan Dikosongkan

0

Sedikitnya 5 Kepala Keluarga (KK) Warga Bojongleles, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, menolak lahannya yang terkena proyek jalan tol Serang-Panimbang (Serpan) dieksekusi atau dikosongkan.

Pasalnya, mereka menyebut pihak pengelola proyek tol tersebut belum membayar ganti rugi lahan. Bahkan, warga mengaku tidak dilibatkan dalam musyawarah mengenai besaran harga.

“Lahan milik kami sampai saat ini belum di bayar. Padahal pekerjaan Tol sudah dilaksanakan. Bahkan, kami juga gak di ajak musyawarah soal kesepakatan harga lahan kami,” kata Mahrani salah satu pemilik rumah dan lahan yang terkena Proyek Strategis Nasional kepada Wartawan. Jum’at, (2/4/2021).

Ia juga mengaku kecewa kepada pengelola atau yang mengurus pembebasan lahan Tol Serang – Panimbang tersebut. Karena, dirinya selaku pemilik lahan tidak dilibatkan dalam musyawarah terkait besaran harga pembebasan lahan tersebut.

“Kami tidak akan pindah bila harga tidak sesuai dengan keinginan kami yaitu sebesar Rp.1.200.000. Kami juga merasa keberatan bila lahan kami hanya dibayar dengan harga Rp 340.000, sebab dengan harga segitu pasti kami tidak bisa membeli lahan lagi. Karena untuk di daerah Desa Bojongleles harga tanah sudah mahal,” tegasnya.

Sementara itu, Camat Kecamatan Cibadak, Rully Edward mengaku bahwa uang ganti rugi lahan tersebut sudah dibayarkan dan dititipkan ke Pengadilan. Karena pihak pemilik lahan belum terima dengan nilai harga tersebut.

“Sudah dibayarkan, tapi masih dititip di Pengadilan. Kami dari pihak Muspika berusaha agar tidak ada warga kami yang dirugikan dan merasa di dzolimi. Selain itu, dari pihak Wika sendiri bersedia menyiapkan tempat atau kontrakan sementara kepada 5 warga tersebut. Selama proses mereka membangun rumah tinggal penggantinya,” katanya. (Bud)