Home Berita Pj. Sekda Pandeglang Himbau Masyarakat Bijak Gunakan Bahasa di Media Sosial

Pj. Sekda Pandeglang Himbau Masyarakat Bijak Gunakan Bahasa di Media Sosial

0

Masyarakat diminta bijak dâlam menggunakan bahasa di media sosial (Medsos). Hal itu disampaikan Pj.Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pandeglang dalam acara sosialisasi Bahasa dan Hukum yang digelar oleh Kantor Bahasa Provinsi Banten (KBPB) di Hotel S’ rizki Pandeglang, Rabu (27/10/21).

Acara sosialisasi itu diikuti oleh para peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan beberapa universitas perguruan tinggi di Kabupaten Pandeglang.

Pada kesempatan itu, Pj.Sekretaris Daerah Kabupaten Pandeglang, Taufik Hidayat mengatakan bahwa dalam berbahasa, tentu saja harus memperhatikan penggunaan tata bahasa yang benar, sehingga tidak menimbulkan berbagai permasalahan dikemudian hari.

“Penggunaan bahasa yang benar dalam bermedia sosial maupung sehari-hari harus betul-betul diperhatikan, karena jika salah saja dalam penggunaan bahasa akan berdampak pada persoalan yang berujung pada permasalahan hukum, maka dari itu saya mengimbau kepada masyarakat agar penggunaan bahasa dalam bermedia sosial maupun percakapan sehari-hari harus menggunakan bahasa indonesia yang benar,” kata Taufik Hidayat yang juga menjabat Kadindik Pandeglang ini.

Sementara Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten, Halimi Hadibrata mengatakan kegiatan sosialisasi bahasa dan hukum ini bertujuan agar masyarakat Pandeglang dan unsur perangkat daerah bisa mengetahui bahwa di Kantor Bahasa Provinsi Banten ada sebuah layanan bahasa hukum untuk memberikan keterangan ahli bahasa di peradilan dan bantuan bahasa hukum untuk penyusunan peraturan daerah atau perundang-undangan.

“Saat ini banyak persoalan yang dialami masyarakat terkait sengketa bahasa yang digunakan dalam bermedia sosial, sehingga pengunaan bahasa yang tidak benar bisa membawa berbagai persoalan diantaranya menyangkut unsur penghinaan, pencemaran nama baik dan lain sebagainya, maka dari itu berbahasa harus benar, karena jika penggunaan tata bahasa yang tidak benar dapat beresiko konsekuensi hukum,” terang Halimi.

Dikatakan Hilmi, dengan adanya sosialisasi bahasa dan hukum ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia yang baik serta bisa memberikan pengetahuan kepada masyarakat dan unsur perangkat daerah.”Bagaimana penggunaan tata bahasa yang benar sesuai dengan aturan,” katanya. (Den)