Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas organisasi Karang Taruna melalui pelatihan manajemen kepemimpinan di lingkungan RT 004 Kavling Batan, Pamulang. Permasalahan yang dihadapi mitra meliputi lemahnya pemahaman pengurus dan anggota terhadap manajemen organisasi, rendahnya kemampuan kepemimpinan partisipatif, serta belum optimalnya koordinasi dan pelaksanaan program kerja Karang Taruna.
Metode pelaksanaan PKM dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif berupa penyuluhan, diskusi interaktif, studi kasus, dan pendampingan yang berfokus pada perencanaan organisasi, pembagian tugas, komunikasi efektif, dan pengambilan keputusan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap konsep dasar manajemen dan kepemimpinan organisasi, meningkatnya partisipasi anggota dalam kegiatan, serta tumbuhnya kesadaran kolektif untuk mengelola Karang Taruna secara lebih terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif dalam memperkuat peran Karang Taruna sebagai agen perubahan sosial dan penggerak pembangunan masyarakat di tingkat lokal.
Berdasarkan hasil observasi awal dan diskusi dengan pengurus Karang Taruna di lingkungan RT 004 Kavling Batan, Pamulang, ditemukan bahwa organisasi Karang Taruna telah terbentuk secara struktural, namun belum sepenuhnya berfungsi secara optimal. Kegiatan organisasi masih bersifat insidental dan belum didukung oleh perencanaan program kerja yang sistematis dan berkelanjutan. Selain itu, pembagian tugas dan tanggung jawab antar pengurus belum berjalan secara jelas, sehingga berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan kegiatan dan rendahnya partisipasi anggota.
Permasalahan lain yang cukup menonjol adalah keterbatasan pemahaman pengurus dan anggota Karang Taruna terkait konsep dasar manajemen organisasi dan kepemimpinan. Pengambilan keputusan cenderung terpusat pada individu tertentu, sementara keterlibatan anggota dalam proses perencanaan dan pelaksanaan kegiatan masih relatif rendah. Kondisi ini berdampak pada lemahnya rasa memiliki (sense of belonging) terhadap organisasi serta kurang optimalnya koordinasi dan komunikasi internal.
Oleh karena itu, kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan dengan fokus pada “Peningkatan Kapasitas Organisasi Karang Taruna Melalui Pelatihan Manajemen Kepemimpinan” sebagai upaya untuk memperkuat peran pemuda dalam pembangunan sosial dan kemasyarakatan di tingkat lokal.
Karang Taruna merupakan organisasi kepemudaan yang berfungsi sebagai wadah pengembangan potensi generasi muda di tingkat desa atau kelurahan. Organisasi ini memiliki peran strategis dalam pembinaan pemuda agar mampu berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan dan pembangunan lingkungan. Sebagai organisasi berbasis masyarakat, Karang Taruna dituntut untuk dikelola secara efektif agar dapat menjalankan fungsinya secara optimal dan berkelanjutan. Manajemen organisasi merupakan proses yang mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Dalam konteks organisasi kemasyarakatan, penerapan manajemen organisasi yang baik diperlukan untuk memastikan setiap program kerja tersusun secara sistematis, pembagian tugas berjalan jelas, serta koordinasi antar anggota dapat berlangsung secara efektif. Manajemen yang tertata akan meningkatkan kinerja organisasi serta mendorong
Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di lingkungan RT 004 Kavling Batan, Pamulang, Tangerang Selatan, Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada hari Minggu, 3 Mei 2025, bertempat di lokasi mitra yaitu Rumah Ketua RT di Jalan Benda Barat XI Kavling Batan, RT 004/009, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan. Dengan sasaran utama pengurus dan anggota Karang Taruna serta perwakilan masyarakat setempat. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif peserta dalam setiap tahapan kegiatan. Pendekatan ini dipilih untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga dapat diaplikasikan dalam pengelolaan organisasi Karang Taruna.
Hal ini sejalan dengan prinsip kepemimpinan partisipatif yang menekankan keterlibatan anggota dalam proses pengambilan keputusan dan pelaksanaan kegiatan.
Selain itu, kegiatan PKM ini mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif akan pentingnya kepemimpinan yang inklusif dan kolaboratif dalam organisasi Karang Taruna. Peserta menunjukkan kesiapan untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pengelolaan organisasi ke depan. Dengan demikian, pelatihan kepemimpinan tidak hanya meningkatkan pemahaman peserta secara konseptual, tetapi juga memberikan dampak awal dalam membangun pola kerja organisasi yang partisipatif, dan berkelanjutan.

