Informasi mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi kembali disampaikan pada penghujung bulan, dengan pemberlakuan harga baru hanya beberapa jam setelah pengumuman.
Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian masyarakat, terutama pengguna BBM nonsubsidi yang harus menghadapi perubahan harga dalam waktu singkat. Masyarakat menilai pola penyampaian informasi seperti itu membuat konsumen tidak memiliki banyak kesempatan untuk mempersiapkan diri.
PT Pertamina Patra Niaga mengumumkan penyesuaian harga sejumlah BBM nonsubsidi pada Senin (31/8/2026). Harga baru mulai berlaku pada Selasa (1/9/2026) pukul 00.00 WIB.
Tiga produk BBM nonsubsidi mengalami kenaikan harga, yakni Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Untuk wilayah Jawa, termasuk Tangerang Selatan, Pertamax Turbo naik dari Rp18.300 menjadi Rp19.600 per liter.
Kemudian Dexlite mengalami kenaikan dari Rp19.700 menjadi Rp23.700 per liter. Artinya, harga Dexlite bertambah Rp4.000 per liter.
Sementara Pertamina Dex naik dari Rp21.150 menjadi Rp25.200 per liter atau meningkat Rp4.050 per liter.
Kenaikan harga tersebut cukup terasa bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan diesel untuk menunjang aktivitas sehari-hari maupun kegiatan usaha.
Pola pengumuman kenaikan harga BBM yang dilakukan pada malam hari dan langsung berlaku keesokan harinya mendapat sorotan dari Ahmad, salah seorang warga Tangerang Selatan.
Menurut Ahmad, masyarakat kerap mengetahui adanya kenaikan harga BBM ketika sebagian besar warga sudah beristirahat. Akibatnya, ketika beraktivitas pada pagi hari, konsumen baru mengetahui bahwa harga BBM telah berubah.
“Info kenaikan BBM selalu di waktu masyarakat saat istirahat di malam. Bangun pagi langsung kaget. Pola informasi ini membuat pengguna tidak bisa berbuat apa-apa. Info BBM naik kaya tahu bulat dadakan,” ujar Ahmad, warga Tangsel.
Ia menilai pola tersebut membuat masyarakat tidak memiliki waktu yang cukup untuk melakukan persiapan atau menyesuaikan pengeluaran.
Apalagi, kenaikan pada Dexlite dan Pertamina Dex mencapai sekitar Rp4.000 per liter. Bagi masyarakat yang menggunakan kendaraan setiap hari, kenaikan tersebut dapat menambah beban biaya operasional.
Meski terdapat kenaikan pada tiga produk, Pertamina Patra Niaga tidak menaikkan seluruh harga BBM nonsubsidi.
Harga Pertamax 92 tetap Rp15.950 per liter. Begitu pula Pertamax Green 95 yang masih berada di angka Rp16.600 per liter untuk wilayah Jawa.
VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan penyesuaian harga dilakukan berdasarkan formula yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan harga rata-rata publikasi minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, pajak, serta sejumlah faktor lainnya.
“Penyesuaian harga dilakukan hanya sebagian produk BBM Nonsubsidi yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite, sedangkan produk BBM Nonsubsidi lainnya seperti Pertamax 92 dan Pertamax Green 95 tidak mengalami penyesuaian harga. Hal ini dilakukan dengan memperhatikan keekonomian, daya beli dan kondisi sosial masyarakat,” kata Kitty dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Sementara itu, harga BBM bersubsidi juga tidak mengalami perubahan. Pertalite tetap Rp10.000 per liter, sedangkan Biosolar subsidi tetap Rp6.800 per liter.
Dengan kenaikan tersebut, pengguna Pertamax Turbo, Dexlite dan Pertamina Dex harus mengeluarkan biaya lebih besar mulai September 2026.
Di tengah kenaikan harga tersebut, masyarakat berharap informasi mengenai perubahan harga BBM dapat disampaikan dengan waktu yang lebih memadai. Dengan pemberitahuan lebih awal, konsumen dinilai memiliki kesempatan untuk mempersiapkan anggaran dan menyesuaikan kebutuhan transportasi maupun usaha.
Bagi masyarakat, persoalannya bukan semata-mata mengenai kenaikan harga, tetapi juga bagaimana informasi tersebut disampaikan kepada konsumen.
Sebab, ketika pengumuman disampaikan saat masyarakat sedang beristirahat dan harga baru langsung berlaku beberapa jam kemudian, konsumen praktis hanya bisa mengetahui dan menerima perubahan tersebut pada pagi harinya.
“Bangun pagi langsung kaget,” seperti yang disampaikan Ahmad.

