Ratusan warga perumahan Lippo Karawaci yang tergabung dalam Paguyuban Warga Lippo Village menggelar aksi demonstrasi damai di depan Gedung Menara Matahari, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Rabu (28/10/2026) pagi.
Massa yang membawa berbagai spanduk berisi aspirasi ini menuntut kepastian dari pihak manajemen pengelola atau Town Management Development (TMD) terkait sejumlah isu krusial lingkungan tempat tinggal mereka.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, unjuk rasa ini diikuti oleh perwakilan penghuni dari berbagai kawasan strategis, meliputi Lippo Centra, Utara, Barat, Park Serpong, hingga penghuni klaster Cendana Icon.
Dalam aksi tersebut, perwakilan warga menyampaikan empat poin tuntutan utama kepada pihak pengembang Lippo Group, yakni:
• Kepastian Legalitas Sertifikat Rumah: Warga dari klaster Cendana Icon mengeluhkan status kepemilikan hunian yang belum jelas. Meski masa cicilan sudah berjalan lebih dari 5 tahun, mereka hingga kini belum menerima Sertifikat Hak Milik (SHM) dan masih memegang Akta Jual Beli (AJB).
• Penyerahan PSU/Fasum-Fasos: Massa mendesak kejelasan target serta waktu penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) dari pihak pengembang kepada pemerintah daerah demi jaminan pemeliharaan publik yang lebih baik.
• Transparansi Tarif IPKL: Penghuni memprotes besaran iuran pengelolaan lingkungan yang dinilai tinggi, namun tidak pernah dibarengi dengan laporan rincian penggunaan alokasi biaya bulanan yang transparan kepada warga.
Optimalisasi Pelayanan Lingkungan: Warga mengeluhkan respons manajemen yang lambat terhadap laporan kerusakan fasilitas publik. Kualitas pelayanan lingkungan dirasa tidak sebanding dengan biaya IPKL yang wajib dibayarkan setiap bulannya.
Aksi penyampaian pendapat ini sempat diwarnai ketegangan saat perwakilan massa meminta untuk melakukan negosiasi langsung dengan jajaran manajemen puncak, namun sempat mengalami penolakan.
Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, jalannya unjuk rasa ini mendapatkan pengawalan ketat dari aparat kepolisian dan petugas keamanan setempat. Warga mendesak pihak manajemen untuk memberikan komitmen tertulis serta solusi konkret atas tuntutan tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, tuntutan warga dan jalannya aksi unjuk rasa tersebut belum mendapatkan konfirmasi resmi maupun pernyataan tertulis dari pihak manajemen Lippo Group selaku pengembang

