Tidak lagi sekadar mengandalkan kertas dan pensil, ratusan pelajar SMP Negeri 259 Jakarta menunjukkan kecakapan teknologi mereka melalui pameran Panen Karya Kokurikuler tahun pelajaran 2026-2027 yang berlangsung meriah di lapangan sekolah, Jumat (23/10/2026).
Panen Karya Kokurikuler ini merupakan wujud nyata transformasi pendidikan abad ke-21 melalui implementasi Kurikulum Merdeka.
Mengusung tema ‘Sekolah Berkarakter: Harmoni dalam Keberagaman, Sehat dalam Kebersamaan’, ajang pameran yang sangat meriah ini menampilkan ragam kreativitas peserta didik yang sangat dahsyat.
Dari kelas 7 misalnya, menampilkan karya Buku Digital dan Peta Fasilitas Sekolah, Majalah Dinding (Mading) 3D, Buku Saku dan Panduan Menu Sehat Kantin Sekolah, Video Virtual Tour dan Narasi Audio Deskripsi Sekolahku serta Album Digital dan Kompilasi Vokal Solo ‘Lagu Untuk Sekolahku’.
Dari kelas 8 unjuk kemampuan lewat karya E-Katalog dan Pameran Miniatur Alat Musik Tradisional Nusantara, Gallery Walk Infografis Kebhinekaan dan Peta Budaya Bangsa, E-Komik Interaktif Edukasi Resolusi Konflik hingga Ensiklopedia Digital Presentasi ‘Toleransi dan Kebudayaan Nusantara’.
Sementara siswa siswi kelas 9 menyuguhkan karya Portal Ruang Publik Virtual, Video Tutorial dan Peragaan Senam Kebugaran Jasmani Eco-Health hingga Video Kampanye Kesehatan di Lingkungan Sekolah.
Kepala Sekolah SMPN 259 Jakarta, C. Riyanti Susilowati menjelaskan, dalam kurikulum merdeka kegiatan ini harus selalu ada di sekolah. Bersifat rutin.
“Agar seluruh siswa terbuka motivasinya untuk selalu kreatif, inovatif, dan tentunya kerja sama tim, kolaboratif, dan gotong royong terlihat sehingga pembentukan karakter di sekolah semakin nyata,” jelas Riyanti kepada wartawan.
“Hasil dari karya anak-anak SMP Negeri 259 luar biasa, keren-keren, mantap-mantap sekali,” sambungnya.
Kokurikuler, lanjutnya, adalah pembelajaran tambahan yang menunjang untuk pembelajaran intrakurikuler dalam kelas.
“Ini adalah aksi nyata dari anak-anak kita, saya berharap semoga pengalaman yang diperoleh selama proses kokurikuler dapat membantu mereka di masa depan,” kata Riyanti.
Lebih dari itu, anak-anak lebih bisa menerima tantangan yang ada, sehingga mereka dapat hidup sesuai dengan zamannya.
“Semoga apa yang telah kalian pelajari dan apa yang telah kalian dapat dari guru-guru kalian menjadi motivasi,” ucap Riyanti.
“Tentunya harus menjadi pengalaman yang berharga, sehingga kalian bisa hidup dan bisa untuk masa depan kalian, sehingga kalian bisa lebih maju daripada hari ini,” pungkasnya.
Hadir dalam Panen Karya Kokurikuler SMPN 259 Jakarta, Ketua Komite Sekolah Moch Sjah Nur Hidajat, Wakil Ketua I Dessy Susanty, Wakil Ketua II Rini Endah Wulan dan Ketua Bidang Pembangunan Putry Mega Tama serta Ketua Bidang Kemananan Nur Uning. (Sjah)

