Badan Karantina Indonesia Tunjukkan Kesiapan Layanan dan Biosekuriti di Bandara Soetta

By
5 Min Read
Rombongan Komisi IV DPR RI menyaksikan pemeriksaan hasil perikanan menggunakan Mobile X-Ray milik Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Jumat, 17 Juli 2026. Foto: tangerangonline.id

Sebagai gerbang utama pintu masuk negara, ribuan komoditas hewan, ikan, dan tumbuhan lalu lalang setiap harinya membawa potensi ekonomi sekaligus risiko ancaman biosekuriti melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Di balik kesibukan tersebut, Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Banten (Karantina Banten) terus memperketat benteng pertahanan hayati mereka.

Sejalan dengan itu, Karantina Banten memastikan kesiapan pelayanan karantina di Satuan Pelayanan Bandara Soekarno-Hatta dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI pada Jumat (17/7/2026).

Kunjungan tersebut meninjau secara langsung pelayanan karantina kepada pengguna jasa, kesiapan Instalasi Karantina Hewan (IKH) di Bandara Soetta, serta Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten.

Kepala Balai Karantina Banten, Duma Sari M H mengatakan seluruh unit pelayanan telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai pelaksanaan tindakan karantina di Bandara Soetta.

“Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa, tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia,” kata Duma.

“Seluruh fasilitas, baik Instalasi Karantina Hewan maupun Laboratorium Terintegrasi, telah kami optimalkan untuk mendukung pelayanan yang profesional dan akuntabel,” tambahnya.

Aktivitas yang tinggi

Berdasarkan data Januari–Juni 2026, kinerja pelayanan Karantina Banten menunjukkan aktivitas yang tinggi. Pada layanan sertifikasi, karantina hewan mencatat impor sebanyak 1.875 sertifikat, ekspor 2.873 sertifikat, domestik masuk 4.527 sertifikat, dan domestik keluar 6.112 sertifikat.

Karantina ikan mencatat aktivitas ekspor tertinggi dengan 19.603 sertifikat, sedangkan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar sebanyak 23.725 sertifikat.

Data tersebut menunjukkan bahwa Karantina Banten tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan.

Selain pelayanan sertifikasi, Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banten terus mendukung pelaksanaan tindakan karantina terhadap hewan yang dilalulintaskan melalui Bandara Soetta.

Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, 6 ekor kuda, dan 8 ekor reptil.

Di fasilitas tersebut dilakukan observasi kesehatan, isolasi, pengasingan, perlakuan, serta penerapan sistem biosekuriti secara berlapis melalui pengendalian akses, desinfeksi, dan pemisahan zona bersih dengan zona risiko untuk mencegah kontaminasi silang.

Laboratorium Terintegrasi

Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten juga menjadi salah satu fasilitas yang akan ditinjau dalam kunjungan tersebut. Laboratorium berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina melalui pengujian diagnostik terhadap media pembawa hewan, ikan, tumbuhan, serta keamanan mutu pangan dan pakan.

Selama Januari hingga Juni 2026, Laboratorium Terintegrasi Karantina Banten telah melaksanakan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan.

Tingginya jumlah pengujian tersebut menunjukkan peran strategis laboratorium dalam menjamin keamanan hayati sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas yang memenuhi standar nasional maupun internasional.

Menurut Duma, keberadaan Instalasi Karantina Hewan dan Laboratorium Terintegrasi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan karantina yang modern, cepat, dan berbasis ilmiah.

“Kami berharap kunjungan Komisi IV DPR RI dapat memberikan gambaran menyeluruh mengenai peran strategis karantina di pintu masuk negara sekaligus memperkuat dukungan terhadap peningkatan fasilitas, kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan teknologi sehingga pelayanan karantina semakin optimal dalam melindungi sumber daya hayati Indonesia,” tuturnya.

Apresiasi Wakil Ketua Komisi IV DPR RI

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari, mengapresiasi berbagai upaya penguatan pelayanan yang dilakukan Badan Karantina Indonesia.

Menurutnya, Bandara Soekarno-Hatta memiliki posisi strategis sebagai salah satu gerbang utama keluar masuk komoditas sehingga membutuhkan sistem karantina yang kuat.

“Karantina merupakan benteng pertama negara dalam mencegah masuk dan tersebarnya hama maupun penyakit hewan, ikan, dan tumbuhan. Kami melihat pelayanan sudah berjalan dengan baik, namun penguatan fasilitas, teknologi, dan sumber daya manusia tetap perlu menjadi perhatian agar perlindungan terhadap sumber daya hayati nasional semakin optimal,” ujar Abdul Kharis.

Kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR RI ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Badan Karantina Indonesia dan DPR RI dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan, penguatan biosekuriti, serta penyediaan sarana dan prasarana karantina yang modern guna menjaga keamanan hayati Indonesia sekaligus mendukung kelancaran perdagangan nasional maupun internasional. (Rmt)

Share This Article