PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) atau InJourney Airports, operator bandara terbesar kelima di dunia, memperluas kiprahnya dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) industri aviasi.
Pada Rabu (29/7), InJourney Airports meresmikan InJourney Airports Learning Center (IALC) di kawasan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) sebagai pusat pengembangan kompetensi bagi seluruh pelaku industri aviasi, baik nasional maupun internasional.
Sebelumnya, IALC hanya difokuskan untuk SDM internal InJourney Airports.
Kini, perannya diperluas dengan menggandeng organisasi global seperti Airport Council International (ACI), International Air Transport Association (IATA), dan International Civil Aviation Organization (ICAO).
“Peran IALC diperluas untuk mendukung kemajuan industri aviasi. Dalam operasionalnya, termasuk terkait program yang ada, IALC menggandeng organisasi tingkat dunia seperti ACI, IATA dan ICAO,” kata Direktur Utama InJourney Airports Mohammad Rizal Pahlevi.
ACI merupakan organisasi yang membawahi bandara-bandara di dunia, lalu IATA menaungi maskapai-maskapai di dunia, dan ICAO sebagai lembaga di bawah PBB yang mengatur terkait penerbangan sipil di dunia.
Adapun terdapat program yang disediakan IALC, yaitu Airport Academy yang terdiri dari 11 sub program, antara lain Airport Operation Safety & Security, Airport Hospitality, Airport Planning, Airport Management, Commercial dan Cyber Security
Kemudian program Soft Skill & Competency Academi terdiri dari 10 sub program, antara lain Public Speaking, Project Management, Digital Marketing, dan Business Valuation.
Lalu, program Certification Center terdiri dari 10 program, antara lain ARFF, Aviation Security, dan Airport Management Excellence Program.
Selanjutnya program Leadership Academy terdiri dari 4 program, antara lain Supervisory Management dan Executive Leadership Program.
Kemudian program lainnya mencakup Assesment Center, Airport Consultant, Short Course Program, dan Retirement Faculty.
Gedung IALC sendiri terletak di kawasan Bandara Soekarno-Hatta, berdiri di salah satu area yang dilengkapi parkir kendaraan bermotor luas di area luar maupun basement.
Terdiri dari 3 lantai, IALC dilengkapi fasilitas terdepan yang mendukung kelancaran dan kenyamanan peserta program, antara lain 10 ruang kelas, 1 auditorium, 1 amphitheater, 1 e-library, 1 ruang simulasi, VIP Lounge dan dining hall.
“IALC harus tumbuh menjadi world-class aviation learning center dan menjadi rujukan pengembangan kompetensi, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di tingkat regional dan global,” tambah Rizal Pahlevi.
Lebih lanjut, ia menekankan IALC juga dapat mendukung peningkatan kualitas bandara-bandara yang dikelola InJourney Airports untuk menembus Top 10 Skytrax World Airports Rankings.
Melalui peran IALC yang diperluas bagi seluruh pelaku ekosistem industri aviasi dari berbagai perusahaan atau instansi. InJourney Airports terus menjalankan transformasi di sektor bandara sebagai pencipta nilai tambah (value creator) dan meningkatkan kapasitas (capability builder) bagi industri aviasi. (Rmt)

