Sebanyak 53 persen penduduk Kota Tangerang Selatan telah mengikuti Program Cek Kesehatan Gratis (CKG). Program tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendeteksi kondisi kesehatan masyarakat sejak dini sekaligus mendorong tindak lanjut apabila ditemukan indikasi penyakit.
Hal itu disampaikan dalam kegiatan CKG bersama Gubernur Banten dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan yang berlangsung di Gedung Serba Guna Kecamatan Pondok Aren, Senin (31/8/2026).
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, masyarakat yang menemukan indikasi penyakit dari hasil pemeriksaan dapat memanfaatkan fasilitas kesehatan pemerintah untuk mendapatkan pelayanan lanjutan.
“Setiap masyarakat yang ingin menindaklanjuti penemuan atau temuan-temuan penyakitnya, itu bisa langsung ke puskesmas atau ke fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh pemerintah,” ujar Andra Soni.
Menurut Andra, Kota Tangerang Selatan memiliki 35 fasilitas puskesmas dan tiga rumah sakit umum daerah (RSUD) yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan.
Dari hasil pemeriksaan CKG, diabetes mellitus dan hipertensi menjadi dua kondisi kesehatan yang cukup menonjol.
“Yang menonjol, yakni diabetes dengan hipertensi. Dua hal ini adalah penyebab utama daripada komplikasi. Dan dua hal ini bisa dikendalikan,” katanya.
Andra meminta masyarakat tidak mengabaikan hasil pemeriksaan dan segera berkonsultasi apabila terdapat potensi diabetes mellitus.
“Yang penting masyarakatnya tahu bahwa mereka punya potensi diabetes mellitus dan silakan berkonsultasi di puskesmas atau di fasilitas yang ada di wilayah,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan capaian pelaksanaan CKG di wilayahnya yang telah mencapai 53 persen dari jumlah penduduk.
“Alhamdulillah, seperti tadi disampaikan oleh Bapak Gubernur, sampai dengan hari ini sudah 53 persen dari jumlah penduduk Tangerang Selatan sudah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis,” kata Benyamin.
Benyamin menyebut sekitar 70 persen temuan yang menonjol dalam pemeriksaan berkaitan dengan hipertensi dan diabetes. Selain itu, terdapat indikasi gejala depresi yang lebih banyak ditemukan pada peserta anak-anak.
“Memang 70 persen hipertensi sama diabetes, paling banyak itu,” ujarnya.
“Yang depresi kebanyakan anak-anak. Nggak terlalu banyak sih, tapi ditemukan gejala seperti itu,” katanya.
Untuk memastikan hasil pemeriksaan dapat ditindaklanjuti, Pemkot Tangsel telah menginstruksikan 35 puskesmas agar siap memberikan pelayanan, termasuk tenaga kesehatan dan obat-obatan.
“Kita 35 puskesmas sudah kita instruksikan untuk siap, termasuk dengan tenaga kesehatan dan obat-obatannya. Demikian juga dengan RSUD,” tegasnya.
Benyamin menambahkan, cakupan UHC atau kepesertaan BPJS Kesehatan di Tangerang Selatan telah mencapai lebih dari 99 persen.
“UHC kita, BPJS Kesehatan kita sudah meng-cover 99 persen lebih. Jadi tinggal nanti masyarakat datang ke puskesmas,” ungkap Benyamin.

