Presiden Prabowo Pimpin HUT ke – 81 TNI dan Resmikan 204 Satuan Baru

By
4 Min Read

Puncak peringatan HUT ke-81 TNI diperingati pada Senin, 5 Oktober 2026, dengan upacara khidmat yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur.

Tema dan Konsep Peringatan adalah “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur” digelar secara lebih sederhana dan khidmat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya di Monas. Tak ada demo alutsista atau atraksi militer lainnya Alasannya, sebagian besar fokus dan tenaga prajurit TNI dikerahkan untuk membantu penanganan bencana alam serta tugas kemanusiaan di berbagai daerah.

Komandan Upacara dipimpin Pangkogabwilhan III, Letjen TNI Lucky Avianto dengan Komandan Cadangan Dankorpaskhas TNI AU.

Acara dihadiri oleh Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, istri Presiden Try Sutrisno, Sinta Nuriyah Abdurahman Wahid, istri dari Wapres Hamzah Haz, Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua DPD, Ketua Mahkamah Agung, Kasad, Kasal, Kasau, para Menteri Kabiner Merah Putih, Kepala BIN, Kapolri, para mantan Panglima TNI, Kasad, Kasal, Kasau, para veteran dan para Athan negara sahabat.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo Subianto meresmikan 204 satuan baru TNI yang mencakup penguatan struktur organisasi di tiga matra (TNI AD, TNI AL, dan TNI AU).

Dari TNI Angkatan Darat (TNI AD) terdiri dari 189 satuan yang mendominasi penambahan satuan untuk penguatan pertahanan wilayah dan teritorial, yang meliputi enam Kodam Baru, Termasuk Kodam XXV/Sultan Mahmud Riayat Syah (Kepri), Kodam XXVI/Mataram (DIY), Kodam XXVII/Sobe Sonbai (NTT), Kodam XXVIII/Moloku Kie Raha (Maluku Utara), Kodam XXIX/Mambruk (Papua Tengah), dan Kodam XXX/Rinambora (NTB).

Kemudian 30 Brigade Infanteri Teritorial Pembangunan (Brigif TP) dan 150 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP). Tiga Batalyon Bantuan Tempur (Yon Banpur) yang mencakup Kavaleri, Armed, dan Arhanud.

TNI Angkatan Laut (TNI AL) terdiri dari 5 Satuan yang fokus pada sektor pertahanan maritim dan amfibi, terdiri dari 1 Brigade Infanteri Marinir dan 4 Batalyon Infanteri Marinir

TNI Angkatan Udara (TNI AU) terdiri dari 10 satuan. Penguatan komando taktis, pertahanan udara, dan pendidikan, mencakup satu Divisi II Pasgat, 1 Brigade Korpasgat, serta 3 Batalyon Korpasgat (Parako). 2 Skadron Udara, 2 Satuan Radar, dan 1 Skadron Pendidikan.

*TNI Wajib Kedepankan Prestasi, Bukan Senioritas*

Dalam amanatnya Presiden Prabowo Subianto menekankan tentang TNI wajib mengedepankan prestasi, bukan senioritas.

“Sistem yang berlaku di dalam institusi TNI saat ini harus sepenuhnya mengacu pada sistem prestasi (merit system), bukan lagi sekadar sistem senioritas semata ” kata Presiden Prabowo Subianto.

TNI juga dituntut menjadi kekuatan yang profesional, responsif, modern, inovatif, dan adaptif agar tidak ketinggalan dalam penguasaan teknologi.

Sesuai dengan tema resmi “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”, Presiden mengingatkan kembali akar sejarah bahwa TNI lahir, tumbuh, dan berjuang bersama rakyat.

Presiden menyampaikan, seluruh kekuatan TNI harus dipersembahkan untuk melindungi rakyat. Jiwamu, ragamu sudah bukan milikmu atau milik keluargamu lagi, melainkan milik rakyat Indonesia.

Prajurit diperintahkan untuk selalu hadir di tengah masyarakat dan membantu mengatasi kesulitan nyata, termasuk yang saat ini sedang dikerahkan dalam penanganan bencana alam (seperti karhutla dan operasi SAR

Presiden Prabowo memberikan peringatan tegas bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini tidak lagi hanya berbentuk fisik. Indonesia kini mulai menghadapi serangan nyata di era digital, seperti serangan siber yang menargetkan sistem pertahanan. Penyebaran disinformasi dan berita bohong (hoaks) yang sengaja ditebar untuk memecah belah persatuan bangsa serta penyelundupan kekayaan alam negara yang merugikan kedaulatan ekonomi. (MRZ)

Share This Article