Seorang oknum guru madrasah di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diduga melakukan tindakan asusila terhadap siswinya.
Dugaan itu diketahui berawal dari obrolan kakak salah satu siswi madrasah yang aktif di organisasi kesiswaan bidang bimbingan konseling kepada salah satu sumber yang sengaja tidak disebut identitasnya melalui Applikasi Messenger. Disebutkannya ada dua teman adiknya yang mengadu telah mengalami perlakuan tindakan asusila oleh guru olahraganya.
“Suatu hari ada teman perempuannya cerita sambil nangis-nangis, pernah diundang oleh guru olahraganya ke rumahnya. Singkat cerita si guru olahraga tersebut melakukan tindakan asusila. Adik saya cerita ke ibu saya, ada dua temannya yang mengadu ke dia,” kata siswi tersebut beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, sumber tersebut berkesempatan menghubungi melalui jaringan massanger kakak dari salah satu siswi yang diduga menjadi korban asusila oleh gurunya.
Dari hasil penelusuran awak media berbekal informasi, didapati oknum guru olahraga tersebut mengajar di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Serpong.
Ketika dikonfirmasi Wakil Kepala MAN 1 Serpong, Suhada, mengatakan oknum guru tersebut telah dikeluarkan pada dua bulan lalu.
“Guru olahraga tersebut sudah dikeluarkan sekitar hampir dua bulan lalu, penyebab dikeluarkannya saya tidak tahu, mungkin ada kesalahan sedikit atau apa lah. Dia menjadi guru sudah hampir dua tahun, statusnya masih honor,” kata Suhada ditemui awak media di ruangannya di MAN 1 Serpong, di Jalan Raya Serpong, RT 03/RW 08, Kademangan, Setu, Kota Tangsel, Selasa (27/3/2017).
Suhada menjelaskan, kesalahan dalam cara mengajar yang dilakukan oleh guru olahraga tersebut, diketahui setelah mendapatkan laporan dari orang tua murid.
Dirinya juga tidak menampik ketika ditanya soal tindak asusila yang diduga dilakukan oknum guru di sekolah tersebut.
“Ada kesalahan sedikit, contohnya tidak boleh megang-megang, ini contoh nih, contoh, kan tidak pas. Kalau dilakukan terhadap murid perempuan, karena perempuan itukan sensitif. Tapi, tidak ada risiko yang memberatkan,
kalau sudah selesai dibicarakan, dan sudah diputus hubungan kerja. Itu kan tindakan biar tidak melebar, jangan sampai pecah kemana-mana, selama dua bulan ini sudah tidak ada masalah. Tindakan ini kita lakukan, setelah menerima laporan dari orang tua, setelah menerima laporan langsung dieksikusi,” tutur Suhada.
Suhada mengaku tidak mengetahui oknum guru olahraga itu juga mengajar di tempat lain.
“Disini sudah selesai kalau ditempat lain diuber silakan, kalau disini sudah selesai, sudah tutup buku, dari orang tuanya sudah ditemukan. Tapi memang benar adanya kasus itu, iya tapi tidak kasus berkepanjangan, kalau sampai final barang kali malu juga semua kan, ini diantisipasi jangan sampai kelewatan,” tambah Suhada.
Kepala Seksi Pendidkan Madrasah pada Kantor Kementrian Agama Kota Tangsel Suhardi, saat dihubungi wartawan melalui telepon seluller terkait perihal dugaan tindak asusila di MAN 1 Serpong, mengatakan dugaan asusila tersebut terjadi pada pelajaran olahraga.
“Sebetulnya konteknya pas pelajaran olahraga, bentuk olahraganya itu memang kalau tidak dibantu akan membahayakan, seperti kayang begitu, cuma anak anak tidak terima, dan mengadu kepada kepala madrasah. Dia musyawarahkan dan keputusannya kepala madrasah, guru tersebut di berhentikan. Dia sudah terima, sudah selesai, itu bahasanya bukan pencabulan ya, karena tidak disengaja kalau disengaja namanya pelecehan ya, tapi itu multi tafsir, namun kalau kata gurunya dia tidak ada niat karena olahraga tersebut perlu dibantu, seperti model kayang begitu, terus dari pada berlarut larut perdebatan akhirnya diputuskan diberhentikan,” ujar Suhardi. (Ban)


HOAX, GA BENER, DEMI ALLAH GURU OLAHRAGA ITU HANYA DI FITNAH, TIDAK BENAR KALAU DIA MELAKUKANNYA !! HAPUS MIN POSTINGANNYA
Maaf, apakah sudah ada klarifikasi lgsg Dari korban Dan pelaku? Seharusnya berita itu menceritakan real dari pengakuan korban atau pelaku. Jika hanya cerita simpang siur saja, apakah pantas untuk menjadi bahan berita? Jika pada akhirnya yg diberitakan salah, berarti pihak redaksi telah mencemarkan nama baik pelaku
BERITA GA BENER, SUMBER NGACO, HOAX, PENCEMARAN NAMA GURU KITA, BERANI”NYA BIKIN BERITA GA BENER!!! , SEMBARANGAN, KLARIFIKASI KE SAKSI DAN SUMBER YANG BERSANGKUTAN DONG!!! ADMIN DI TUNGGU!!! , ASAL LO TAU, ITU GURU, GA ADA YANG BISA GANTIIN JASA” DIA, MEMPERJELEK NAMA DIA DAN SEKOLAH KITA LU, ADMIN SIAP SIAP!!! HAPUS & KLARIFIKASI KE KITA”!!! TUNGGU SAJA!!!
itu cuma hoax, penulis artikel tidak tahu yang sebenarnya terjadi. mohon untuk dihapus demi jalan kebenaran bersama.
Tolong kalau bikin berita yang bener
Gak bener nih yang buat beritaa. Tolong yaa jangan percayaam sekolah kita ini sekolah yang melandasakan akhlakul karimah. Saya sendiri alumnus dari sekolah ini. Jangan main menyebar fitnah. Kalau kayak gini bisa dilaporin polisi nih yang buat situs. Apakah sudah ada kejelasan video atau apa ?? Tolong di hapuss. Jangan main ngejelekin nama sekolah kami.
Tolong dihapus yah terima kasih
Tolong di hapuss
Kalau mau bikin berita yang berfaedah jangan hoax disebar. Mohon kepada reporter agar cerdas dalam memberi informasi dan mencari informasi dan diHARUSKAN untuk memilih reporter yang profesional dalam memilih berita dan sesuai dengan fakta bukan opini yang membuat nama orang sekolah tercemar.
Ini masih DIDUGA DAN BELUM PASTI. TOLONG INI DIPERJELAS
Adukan ke Dewan Pers saja, hampir semua warga d sekolah tersebut nampaknya 1 suara berbicara tentang ketidakbenaran berita tsb.
Kanda staf jajaran tangerang online.id harap diklarifikasi berita ini !!! sudah telusuri, ada ketidak sesuaian berita dengan realita yg ada.