Dari Bandara Adi Sumarmo, Solo, Jawa-Tengah, Presiden Joko Widodo dan rombongan tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, Sulawesi-Tengah, Minggu (30/9/18). Presiden langsung memimpin Rapat Terbatas (Ratas) dengan sejumlah pejabat terkait gempa dan tsunami yang melanda wilayah tersebut.
Peserta Ratas antara lain adalah Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Laksda TNI Willem Rampangilei dan Kepala Basarnas Marsdya TNI M Syaugi.
Usai Rapat Terbatas di area Bandara tersebut, Presiden Jokowi langsung memberikan arahan kepada jajaran prajurit TNI yang bertugas disana. Presiden Jokowi meminta kepada prajurit TNI agar bekerja keras dalam melakukan upaya evakuasi.
Tak hanya itu, Jokowi juga meminta agar para prajurit TNI membantu upaya rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi-Tengah, bersama-sama seluruh komponen masyarakat, kementerian dan Polri.
“Agar kita semuanya bisa segera menyelesaikan persoalan yang ada di Provinsi Sulawesi Tengah ini,” kata Presiden Jokowi.
Di Kota Palu, Presiden Jokowi dengan mengenakan jaket loreng TNI Angkatan Darat, kemudian bergerak untuk meninjau beberapa titik yang terdampak bencana dan tempat pengungsian.
Soal jaket loreng TNI yang dikenakan Presiden Joko Widodo tersebut, mendapat tanggapan positif dari Pengamat Militer dan Intelijen, Dr Susaningtyas Kertopati (Nuning). Menurutnya, jaket loreng TNI yang dikenakan Presiden Jokowi adalah bentuk penghargaan Presiden Joko Widodo kepada institusi TNI dalam aksi cepat tanggapnya menanggulangi bencana gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi-Tengah.
“Bagi seorang Presiden (Panglima Tertinggi) adalah hak preogratifnya mengenakan seragam militer pada saat tertentu, sebagaimana ketentuan internasional di negara manapun juga di dunia ini,” terang Nuning.
Menurutnya, para pemimpin negara lain termasuk Presiden juga banyak yang mengenakan jaket militer seragam pasukan negaranya. Bahkan, kata Nuning, ada juga yang mengenakan seragam militer lengkap dengan atribut dan tanda pangkatnya.
Ia mengatakan, Presiden Jokowi mengenakan jaket loreng militer bukan untuk pertama kalinya, melainkan sudah beberapa kali. Sebelumnya, lanjut Nuning, ketika Presiden meninjau gelar pasukan TNI di Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau. Disana, Presiden juga mengenakan Jaket layar khas TNI Angkatan Laut.
“Oleh karenanya, pemakaian jaket loreng TNI oleh Presiden tidak bermakna lain, kecuali memberi apresiasi dan semangat kepada para prajurit TNI yang sedang menjalankan tugas negara,” ujar Nuning.(MRZ)

