Lemah Pengawasan, PSI Minta Pemkot Tangsel Evaluasi PTM

By
2 Min Read

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel mengevaluasi proses pembelajaran tatap muka (PTM) lantaran masih lemahnya pengawasan penerapan protokol kesehatan (Prokes).

Sekretaris Fraksi PSI Kota Tangsel, Alex Prabu mengatakan, pihaknya menemukan beberapa pelanggaran prokes yang terjadi sehingga menjadi potensi penyebaran. Seperti belum patuhnya siswa pada protokol kesehatan, siswa yang berpergian ketika pulang sekolah, dan lemahnya pengawasan dari sekolah.

“Ini penting untuk diperhatikan baik oleh Dinas Pendidikan maupun Sekolah, agar bisa menambah petugas atau guru untuk mengawasi dan bertanggung jawab terhadap pelaksanaan pertemuan tatap muka,” ungkap Alex saat dihubungi tangerangonline.id, Kamis (11/11).

Alex pun meminta agar pertemuan tatap muka dapat dihentikan sementara sambil dilakukan evaluasi terhadap pelaksanaan PTM. Hal ini perlu agar tidak terjadi klaster baru di sekolah-sekolah.

“Kejadian ini sepantasnya menjadi alarm bagi kita untuk menghentikan terlebih dahulu pertemuan tatap muka dan mengevaluasi protokol kesehatan yang kita terapkan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan potensi Covid-19 pada gelombang ketiga tidak menutup kemungkinan akan terjadi. Maka itu, ia berharap pemkot mau mengkaji ulang proses PTM di Tangsel

“Mari kita bersama-sama mengkaji ulang aturan dan standar operasi yang kita miliki saat ini. Jangan sampai anak-anak dan orang yang kita sayangi dikorbankan,” imbuhnya.

“Tugas besar kita adalah untuk menjamin kesehatan warga Tangerang Selatan terutama siswa-siswinya, sebesar-besarnya, sebaik-baiknya sembari menunggu kepastian vaksinasi covid-19 bagi siswa usia 6 tahun sampai dengan 11 tahun,” pungkasnya. (Ded)

Share This Article