Home Index Riwayat Keraton Kaibon Banten

Riwayat Keraton Kaibon Banten

0

Oleh: Sultan RTB H Bambang Wisanggeni Soerjaatmaja MBA.

Sultan Shafiuddin ketika menerima tahta atau dinobatkan menjadi Sultan berdasarkan keturunan garis lurus, usianya masih muda. Dalam menjalankan roda pemerintahan kesultanan dibantu oleh Ibunda Sultan bernama Ratu Aisyah alias Asyiah.

Sebagai simbolik bahwa kesultanan Banten masih exist (saat itu benteng surosowan sdh hancur), maka dibangunlah Istana Kaibon (kata kaibon berasal dari Ke-ibuan = istana yg digagas oleh seorang ibu/ibunda Sultan Syafiuddin/Shafiuddin Kamar tidur Sultan sendiri ada disebelah timur dekat sisi jalan raya.

Satu-satunya Sultan Banten yang pernah dibantu oleh Ibunda Kandungnya saat memerintah, adalah Sultan Syafiuddin/Shafiuddin.

Oleh karena itu, keturunan putra mahkota berikutnya diberi gelar Ratu Bagus. Sedangkan keturunan yang bukan garis lurus mempersingkat gelar dari Ratu Bagus menjadi Tubagus.

Makam Ratu Asyiah ada di samping masjid Kasunyatan. Adiknya Ratu Asyiah/Aisyah bernama Ratu ARSYIAH yang menikah dengan orang rembang yang bernama Joyo Mihardjo yang akhirnya diangkat oleh belanda menjadi Sultan Bupati Banten Hulu (Pandeglang) dan mendapat gaji dari belanda sebesar 10.000 ringgit per tahun. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here