Home Berita Perempuan Miliki Andil Berantas Hoax

Perempuan Miliki Andil Berantas Hoax

0

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) menyelenggarakan kegiatan workshop “Say No to Hoax: Gerakan Perempuan Muda Anti-Hoax”, Kamis, di Kampus UMJ, Tangerang Selatan (16/11/2017).

Dalam workshop tersebut, Rosi Siti Rahmawatisalah, satu pemateri menyampaikan bahwa di dalam Al-Quran telah dijelaskan bahwa kita sebagai ummat Islam wajib bersikap tabayyun, dan menimbang setiap informasi dan peristiwa jika menerima berita yang belum jelas dan cenderung menyesatkan.

Menurutnya, ketika menerima sebuah berita yang instan, secara psikologis seseorang akan dengan mudah percaya dan cenderung mengiyakan tanpa mengecek kebenaran berita tersebut.

“Pesan hoax seringkali tidak memiliki penulis yang jelas, anonimus. Sehingga orang yang akan menshare kembali tidak akan merasa bersalah dan tidak mesti bertanggung jawab karena berita itu juga di share dari tetangga atau grup sebelah,” kata Rosi.

Selain itu, kata Rosi, analisis kerja otak yang pada prinsip nya lebih mudah mencerna berita dan informasi yang tidak terlalu rumit dan instant. Sehingga upaya mencari pembenaran pun menurunkan tingkat dopamin dan kesenangan.

Pemateri lain, Detti Febrina, menjelaskan, bahwa capaian sempurna menuju literasi digital seperti hamparan jalan nan berliku. Sikap kita setiap kali menerima berita haruslah mempertanyakan dan mencari tahu seberapa reliable berita tersebut, dan mestinya tidak malas melakukan check and re-check.

Tak hanya itu, lanjutnya, mengamunisi diri dengan berbagai pengetahun dan informasi, menggali dan mengeksplorasi pengetahuan tersebut dengan upaya read laterally dan tidak sebatas literasi media biasa, juga diperlukan.

Kemudian, pemateri lainnya, Debby Affianty Lubis, memaparkan bahwasa hoax merupakan fenomena global, memiliki muatan miss leading information dan mengandung unsur kesengajaan purposefully, dan presented untruth as the ultimate truth.

Debby merefleksikan kembali sebuah keyakinan tentang betapa pentingnya perempuan menjadi agen perubahan, karena Nabi Muhammad SAW, pernah bersabda bahwa dengan mendidik satu perempuan sama halnya dengan mendidik suatu bangsa.

“Girls and young women mampu menjadi agent of change yang sangat signifikan dan juga mampu melakukan perubahan dan mengawal peradaban suatu bangsa,” ucap Debbie. (Mrz)


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here