Home Berita Anaknya Menunggak SPP 7 Bulan, Pak Ari Buka Jasa Pijat Keliling

Anaknya Menunggak SPP 7 Bulan, Pak Ari Buka Jasa Pijat Keliling

0

Sadar akan pentingnya pendidikan pada era sekarang, Asngari atau disapa Pak Ari, warga  Kampung Utan RT 003/03, di Jalan Swadaya, Kelurahan Pondok Pucung, Kecamatan Pondok Aren, rela buka jasa pijat keliling. Hal ini dilakukan demi untuk membayar uang gedung dan uang SPP anaknya yang menunggak 7 bulan lamanya.

Kondisi demikian itu dilihat dari ungahan foto dan tulisan di sebuah Akun Instagram dramaojol.id. Unggahan itu pun viral di media sosial (Medsos) lantaran tidak sedikit yang menyukai/Like ungahan tersebut hingga mencapai ribuan orang.

Dalam unggahan tersebut tampak terlihat foto dan tulisan di selembar kertas karton yang disandangkan di belakangnya yang bertuliskan “Pijat panggilan. Nomor Hanphone 087886627773, pijat sambil bersedekah, upah pijat yang bapak berikan bisa membantu saya membayar uang gedung dan uang SPP anak yang menunggak 7 bulan Uang Gedung Rp. 2.025.000 dan uang SPP Rp. 235 ribu x 7 bulan
Pak Ari,” .

“Jadi tadi sekitar jam 4 sore ane kebetulan lewat sekitar Jalan H. Nawi. Ane ngeliat bapak-bapak bawa tulisan begini sambil jalan. Karena ane dan penasaran akhirnya ane berhentiin, dan ajak ngobrol si bapak. Teryata beliau buka jasa pijat keliling untuk bayar SPP anaknya yang menunggak 7 bu|an lamanya dan uang gedung yang sampai saat ini belum mampu beliau bayar,” ujar akun instagram dramaojol.id itu.

Dalam ungahan tersebut, akun instagram dramaojol.id itu pun prihatin melihat keadaan dan kondisi terhadap seorang pria bernama Pak Ari yang buka jasa pijat keliling itu lantaran menurutnya hal itu seharusnya tak sewajarnya terjadi.

“Kebayang gak sih dibulan puasa gini keliling-keliling gitu jalan kaki dengan kondisi (maaf) penglihatan beliau sudah tidak memungkinkan untuk bisa berjalan lancar,” sambungnya didalam unggahan di Akun Instagram atas nama dramaojol.id itu.

Sebagai bentuk kepeduliannya dan keprihatinannya, Akun Instagram dramaojol.id pun dalam akunnya menuliskan alamat rumah dan nomor hanphone dan menyarankan kepada teman-temannya untuk dibantu di shere dengan harapan ada yang berkenan membantu bapak tersebut.

“Jadi siapapun yang kiranya berkenan boleh bantu si bapak atau bantu share aja yah sekalian beramal di bulan ramadhan.
Nomor handphone dan alamat rumah beliau : Pak Ari 08561964380 atau 087886627773
Alamat :Jalan Swadaya || Rt 003/03 Kp. Utan Kel. Pondok Pucung Kec. Pondok Aren Tangsel,” sambungnya.

Pak Ari yang aktivitas kesehariannya hanya memijat, saat ditemui awak media di kediamannya, di sebuah kontrakan diwilayah Kelurahan Pondok Pucung, Pondok Aren, Kota Tangsel, membenarkan bahwa foto yang viral di medsos tersebut adalah dirinya, hal itu dilakukannya dikarenakan pada waktu itu ekonomi keluarganya benar-benar sedang terdesak dan terpuruk lantaran uang SPP dan uang gedung sekolah anaknya belum dibayar selama 7 bulan, listrik sampai dicabut oleh PLN tidak ada ampunan dan toleransi sehingga keluarganya pakai lampu lilin sebagai penerang ruangan dimalam hari dan bayaran kontrakan pun sudah menunggak 3 bulan.

“Namun sekarang sudah terselesaikan semua tanggal 19 kemarin, sudah terbayarkan dibantu oleh hamba-hamba Allah, waktu itu kita benar sedang terdesak dan terpuruk.
KTP Kota Tangsel, kita di Wilayah sini sejak tahun 2004, kalau bantuan dari pemerintahannya sendiri belum pernah dapat, saya juga nggak ngerti yang seperti itu dan kita juga nggak pernah ngeluh ke Kelurahan, ke RT, RW dan ke warga sekitar, kita berusaha saja, satu satunya jalan saat itu mempromosikan diri dengan membuka jasa pijat keliling dan itu anak saya sempat nangis juga melihat saya begitu, namun harus bagaimana keadaan saya lagi genting sekali,” jelas Pak Ari yang dikarunia i 3 orang anak tersebut.

Dalam kesempatan itupun dia mengucapkan terimah kasih banyak kepada orang-orang yang telah menolong dan membantu dengan ikhlas terhadap keluarganya.

“Saya meminta maaf jika perbuatan saya salah, saya nggak ada niat untuk menjahati orang ataupun menjatuhkan orang lain, saya cuma hanya ingin keluar dari permasalahan ini makanya saya melakukan hal itu, tolong kalau ada apa apa jangan teror lewat wa, lewat telpon, kalau nggak percaya sama saya, tanya keluarga saya,” ujarnya dengan raut wajah sedih berlinang air mata. (Ban)