Home Berita Menhan: SMA TN Bentuk Karakter Kader Pemimpin Bangsa Bercirikan Bela Negara

Menhan: SMA TN Bentuk Karakter Kader Pemimpin Bangsa Bercirikan Bela Negara

0
SHARE

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, memberikan sambutan dalam upacara pembukaan pendidikan

dan pelantikan siswa baru SMA Taruna Nusantara Angkatan 29 Tahun 2018/2019, di Yogyakarta, Sabtu (14/7/18).

Pada hari ini dilakukan pelantikan siswa kelas X Angkatan 29, yang berjumah 361 menjadi siswa SMA Taruna Nusantara. Mereka merupakan siswa yang lolos seleksi
dari para pendaftar yang berjumlah lebih dari 4000 orang dari seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Menhan Ryamizard, mengatakan, dalam menciptakan kader pemimpin yang berkualitas, diperlukan strategi-strategi yang Pragmatis dan tepat sasaran. Strategi ini dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari tahap pemilihan hingga akhirnya terbentuklah kader yang nantinya akan dibentuk menjadi pemimpin-pemimpin sejati bangsa kedepan.

Konsep pendidikan SMA TN ini, kata Ryamizard, mengedepankan pola pembinaan yang mengedepankan penggemblengan fisik, intelektual dan mental.

“Sehingga pada awalnya kalian sebagai siswa baru akan mengalami suatu perubahan kebiasaan yang kalian rasakan mungkin tidak enak. Tapi disinilah proses transformasi mental itu dijalankan. Kalian akan dibentuk menjadi generasi muda Indonesia kedepan yang utuh dan sesungguhnya yang dipersiapkan secara integral komprehensif; sehingga nantinya kalian akan menjadi pemimpin yang akan siap dan mampu mengatasi setiap tantangan dan rintangan yang semakin kompleks,” ujar Menhan Ryamizard Ryacudu.

Oleh karena itu, proses seleksi dan pemilihan calon siswa SMA TN memerlukan kualifikasi dan standard yang sangat tinggi dari aspek fisik, intelektual, psikologi, kesehatan jiwa dan mental ideologi. Pemimpin Indonesia kedepan haruslah pemimpin yang memiliki karakter dan berwawasan kebangsaan yang utuh, sementara itu Intelektualitas adalah faktor pelengkap serta pendukung dari totalitas Integritas seorang pemimpin bangsa.

Dari hasil berbagai Survei dan penelitian pembentukan kader Pemimpin disimpulkan bahwa karakter atau integritas menempati porsi terbesar yaitu 80%, sementara ilmu 5%, pengetahuan umum 5% dan kemampuan dalam pengambilan keputusan 10%.
Oleh karena itu, tambah Ryamizard, sangat tepat apabila aspek pembentukan karakter dalam proses pendidikan di SMA Taruna Nusantara harus terus menjadi prioritas, sehingga ke depan bangsa Indonesia ini akan menjadi bangsa yang besar jiwa dan karakternya bukan hanya dinilai dari jumlah penduduknya yang besar.

Para siswa SMA TN disini akan dipersiapkan untuk mengawaki proses pembangunan di Indonesia di segala lini untuk menuju Indonesia yang adil, makmur dan sentosa. Sehingga sebagai pemimpin kalian harus terus memiliki jatidiri yang berlandaskan pancasila dan UUD 1945.

“Kita harus mengemban amanah untuk menjaga keutuhan NKRI sebagai harga mati, yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Kobarkan didada kalian jargon NKRI harga mati, oleh karena itu pembukaan UUD 1945 harus dijaga dan tidak boleh dirubah sedikitpun, karena Pembukaan UUD 1945 mengandung amanah dan nilai-nilai mulia khas bangsa Indonesia yang merupakan pondasi utama tetap utuh tegaknya NKRI kita tercinta,” tandas Menhan.

Penilaian terhadap siswa yang lolos seleksi dan dilantik hari ini didasarkan atas proses seleksi yang berbasis keteladanan sebagai pelajar yang berprestasi, berdisiplin dan bermoral serta memiliki jiwa Nasionalisme yang tinggi. Oleh karena itu, Menhan berpesan agar terus perkuat jati diri siswa sebagai generasi masa depan yang maju dan unggul, yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi serta teruslah berkarya.

Pada Tahun Pembelajaran 2017/2018, SMA TN berhasil mempertahankan tradisi kelulusan ujian nasional 100%, dan mereka sebagian besar telah diterima di Berbagai Perguruan Tinggi, Perguruan Tinggi Kedinasan Beasiswa, Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta Favorit, dan Perguruan Tinggi di Luar Negeri. Sedangkan lulusan yang melanjutkan ke Akademi TNI/Polri masih menjalani proses seleksi.

SMA TN juga telah Memperoleh Penghargaan Tertinggi di Tingkat Nasional sebagai sekolah “Pendidikan Karakter Bangsa” dan “Sekolah Rujukan Nasional”, serta diperolehnya Sertifikat ISO 9001-2015 yang menunjukkan bahwa SMA TN sudah terstandarisasi secara internasional.

“Menurut hemat saya prestasi ini merupakan modal dan sumber motivasi yang baik bagi SMA TN untuk terus meningkatkan diri dalam usianya yang ke 29 ini,” ucap Menhan.

Menhan mengingatkan agar tidak ingin terulang kembali insiden yang sangat memalukan dan telah mencoreng citra SMA TN yang terjadi baru-baru ini. Reputasi TN yang sudah dibangun dengan susah payah harus terus dipelihara dan dijaga marwahnya. Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita semua, mulai pihak Kementerian Pertahanan, YKPP, LPTTN dan Pihak Sekolah SMA TN.

“Hal ini akan terus saya ikuti perkembangannya dan saya akan terus meminta laporan dan pertanggungjawaban dari pihak lembaga, serta akan diadakan evaluasi secara terus menerus secara seksama demi terwujudnya visi SMA TN yang patut kita banggakan bersama,” terang Menhan.

Dibalik keberhasilan itu semua, lanjut Menhan, terbentang tugas dan tantangan yang tidak ringan. Para siswa harus mampu mempertahankan tradisi berprestasi tinggi di SMA Taruna Nusantara ini, yang telah diukir oleh senior-senior , karena tantangan yang akan dihadapi kedepan akan lebih berat dari yang sebelumnya.

“Tugas kalian disini adalah belajar, belajar dan belajar serta berjuang keras untuk menimba ilmu, pengalaman, dan keterampilan, hilangkan rasa malas, asal-asalan, egois dan jangan cengeng,” tegas Menhan.

Menhan melanjutkan, pemimpin harus senantiasa mengedepankan hati nurani sebagai landasan tingkah laku dan perbuatannya. Karena pemimpin yang memiliki hati Nurani yang bersih tidak akan mudah menyerah dan bahkan dia adalah pribadi yang berjiwa besar, arif dan bijaksana serta senantiasa pandai merasa, bukan merasa pandai, serta bermanfaat bagi dirinya, keluarga, terutama untuk lingkungan dan bangsanya.

Menurut Menhan, SMA TN sebagai lembaga pendidikan yang khas untuk membentuk karakter kader-kader pemimpin bangsa bercirikan Bela Negara yang berwawasan kebangsaan, kejuangan, kebudayaan yang berbasiskan kenusantaraan, maka seyogyanya pihak orang tua dapat mempercayakan sepenuhnya proses jalannya pendidikan kepada pihak lembaga.

Dalam hal ini intervensi Orang Tua kepada lembaga diupayakan seminimal mungkin hanya sebatas pada saran dan masukkan melalui Komite Orang tua Siswa yang sudah kita sediakan untuk proses penyempurnaan pendidikan dan tidak keluar dari aturan dan ketentuan yang dibuat oleh para founding fathers, agar nantinya dapat dihasilkan kualitas hasil didik yang optimal dan sejalan dengan visi dan standar yang telah ditetapkan.

Disamping itu, perubahan zaman harus mampu diantisipasi secara adaptif dan arif. YKPP, LPTTN, Sekolah dan Komite Sekolah sebagai representasi orang tua siswa harus menjadi partner kerja yang harmonis dan bahu-membahu dalam memikul tanggung jawab tersebut, demi masa depan anak-anak tercinta. (MRZ)