Home Berita 35 Medali Masih Dibuat, Official Catur Tangerang Nilai Panitia Porkot VI Belum...

35 Medali Masih Dibuat, Official Catur Tangerang Nilai Panitia Porkot VI Belum Siap

0

Perhelatan Pekan Olahraga Kota (Porkot) Tangerang VI yang sudah diselenggarakan pada, Rabu (14/11/2018) dan berakhir pada, Senin (19/11/2018) lalu meninggalkan kekecewan bagi beberapa atlet dan official.

Pasalnya, sampai saat ini masih ada 35 medali yang belum diberikan kepada para atlet yang menang saat bertanding. Dikarenakan medali tersebut masih dalam pembuatan di Bandung.

Tidak hanya itu, perhelatan Porkot yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang juga terkesan tidak matang. Karena, beberapa venue dan juga peserta masih ada perubahan.

Ichwan Mawardi, Official Catur Kecamatan Tangerang mengatakan, dirinya merasa kecewa terhadap panitia Porokot, lantaran pada saat pelaksanaan pertandingan Cabor catur. Venue (tempat) untuk pertandingan ada perubahan, yang mana harusnya digelar di Gedung Cisadane ternyata dipindahkan ke GOR Koang.

“Kita menerima jadwal pertandingan ada di gedung Cisadane, tetapi saat pelaksanaan kita dipindahkan ke GOR Koang dari situ jelas panitia tidak siap. Bahkan pada saat digedung koang fasilitas disana sangat minim, seperti kipas angin saja tidak ada. Menurut saya itu tidak layak dan sangat menggangu konstrasi atlet catur,” jelasnya

Tidak hanya Venue, Ichwan juga mempertanyakan maslah medali. Yang mana hanya diberikan satu mendali saja pada saat pemberian hadiah, padahal medali yang harusnya didapat oleh dirinya sebanyak enam medali akan tetapi hanya satu medali saja. Dan ketika ditanyakan, panitia mengatakan medali lainya masih dalam pembuatan di Bandung.

“Aneh, sekelas Porkot masa medali masih dalam pembuatan di Bandung. Padahal Porkot sudah selesai, tetapi kenapa masih ada medali yang masih dibuat? ini menjadi pertanyaan kami. Harusnya medali tersebut sudah ada pada saat porkot digelar,” ungkapnya

Ketika dikonfirmasi masalah venue dan medali yang kurang, Dedi Suhada, Kadispora Kota Tangerang yang ditemani Agus Sutisna, Kasi Olahraga Dispora Kota Tangerang yang juga Ketua Pelaksana Porkot VI menjelaskan, pihaknya sebagai penyelenggara sudah maksimal dalam menggelar Porkot.

Bahkan dirinya mengaku masih dalam proses pembelajaran, dikarenakan dispora baru pertama kalinya menjadi penyelenggara pada event tahunan tersebut.

“Untuk masalah Venue catur memang ada pemindahan venue, yang tadinya kita helat di gedung Cisadane kita pindahkan ke gedung olahraga Koang hal tersebut dilakukan agar para atlet konstrasi dalam bertanding. Jika digelar di gedung Cisadane maka akan terganggu konsentrasinya, karena banyak orang yang lalu lalang,” ungkapnya.

Terkait medali yang masih dalam pembuatan di Bandung, Agus mengakuinya, karena memang pada saat Porkot dimulai ada kendala teknis dibeberapa Cabor khususnya Cabor atletik.

“Total medali yang sudah ada 561, tetapi ada kendala di cabor atletik dimana ada penambahan lomba lari grup, tetapi saat teknikal meeting Cabor tidak memberitahu. Jadi kami tambah sebanyak 35 mendali, itu pun setelah kami lihat bahwa ateltik membutuhkan medali sesuai dengan jumlah grup yang ikut,” katanya.

Untuk pembuatan medali di Bandung, Agus mengatakan, bahwa kualitas pembuatan medali disana sangat bagus. Selain itu juga, harga yang ditawarkan lebih dibandingkan dengan harga di Kota Tangerang

“Masalah medali dibuat di Bandung, kita incar masalah kualitas medali itu. Kita buat disana karena memang masalah kualitas, harga juga murah. Jadi sebenarnya tidak ada masalah, karena penambahan medali tidak ada penambahan anggaran karena memang menggunakan anggaran yang ada pada saat porkot digelar,” tutupnya. (Amd)