Beranda Berita Danseskoal Serukan Peningkatan Kerjasama Pertahanan Maritim Uni Eropa-ASEAN

Danseskoal Serukan Peningkatan Kerjasama Pertahanan Maritim Uni Eropa-ASEAN

0

Pada tanggal 30 November 2018 berlangsung dialog terbuka bertema “Advancing European Union-Indonesia Security and Defence Partnership di Centre for Strategic and International Studies (CSIS)”, di Jakarta.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Vincent Guérend, secara resmi memberikan sambutan dan berharap ada peningkatan kapasitas dan kualitas dalam kerjasama keamanan dan pertahanan antara Indonesia dengan negara-negara anggota Uni Eropa dan Indonesia, khususnya pada bidang maritim.

Hadir para akademisi dari beberapa perguruan tinggi dan pemerhati dari pusat-pusat kajian serta Atase Pertahanan dari beberapa kedutaan dan organisasi internasional sejumlah 95 orang. Tampak pula para pejabat dari European External Action Service (EEAS) dan International Committee of the Red Cross (ICRC).
Bersama Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Kim Chang-beom, Komandan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) Laksamana Muda TNI DR. Amarulla Octavian, S.T., M.Sc., D.E.S.D. menjadi pembicara ketiga pada panel pertama.

Makalah yang dipaparkan Danseskoal berjudul “Indonesia-EU Maritime Security Cooperation”, membahas tentang karakteristik ancaman-ancaman maritim dan kecenderungannya di masa depan.

“Baik Uni Eropa maupun Indonesia, memiliki kepentingan bersama untuk menjaga stabilitas keamanan dari ancaman-ancaman tersebut, melalui kerjasama yang lebih sistematis selaras Sustainable Development Goals (SDG) dan ASEAN Political-Security Community (APSC) Action Programme,” urai Danseskoal Laksamana Muda TNI DR. Amarulla Octavian.

Keberhasilan Uni Eropa menggelar operasi keamanan maritim di Teluk Aden berdasarkan Resolusi Dewan Keamanan PBB dapat menjadi benchmarking beberapa negara anggota ASEAN menggelar operasi keamanan maritim di Selat Malaka dan Laut Sulu.

Perkembangan terkini hukum humaniter untuk konflik di laut juga menjadi topik bahasan antara para panelis dan peserta dialog terbuka. Kesempatan berdialog juga dimanfaatkan untuk menyampaikan beberapa hasil penelitian Seskoal dalam konteks implementasi Poros Maritim Dunia.(MRZ)