Home Home Mengenal Lebih Dekat Leluhur Taufiq Kiemas

Mengenal Lebih Dekat Leluhur Taufiq Kiemas

0

Oleh: Muhammad Daud, dewan pimpinan pusat kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya (KAMSRI)  bidang keagamaan.

Selama ini orang melihat sosok taufiq kiemas sebagai tokoh  politik, negarawan dan dermawan, jarang sekali yang menelisik tentang siapa sebenarnya kiemas yang ada diujung nama nya, lebih jauh lagi siapa sesunguhnya leluhur taufiq kiemas?. Rasa keingin tahuan ini bertambah manakala adiknya, Nazaruddin kiemas bercerita bahwa leluhurnya (biasanya di sumatera bagian selatan disebut Puyang) adalah seorang ulama berdarah persia yang berdakwah di era akhir kedatuan sriwijaya bersama dengan Tuan Dipulau Komering.  

Untuk itu dewan pimpinan pusat kesatuan Angkatan Muda Sriwijaya ( KAMSRI)  bidang keagamaan Muhammad Daud, turun ke lokasi tepatnya di desa tanjung raman tempat dimana Taufiq dibesarkan.  Perjalanan yang kita tempuh dari kota palembang ke lokasi  memakan waktu sekitar 5 jam.

Daud bersama tiga orang rekannya memulai perjanalan pada hari sabtu tanggal 02 pebruari  pukul 17.00 Wib. Sambil menikmati pemandangan di sepanjang perjalanan dengan hamparan kebun karet yang luas.   pada pukul 21.00 Wib tiba-tiba di luar dugaan motor yang saya tumpangi mogok padahal sebentar lagi sampai di rumah teman yang sudah nunggu di muara Enim, Karena  tidak ingin merepotkan teman yang ada disana akhirnya kami mengambil inisiatif untuk tidur di Perentian  (tempat duduk warga biasanya ada halaman depan rumah kalau di jawa  sejenis Saung), namun tidak berapa lama senior saya dulu dipesantren datang dan menghampiri kami, Ia pun mengajak untuk beristirahat dikediamannya di desa pinang belare kec. Ujan Mas kab Muara Enim.

Keesokan harinya kami bergegas menuju makam puyang yang dikeramatkan masyarakat tanjung raman kec. Ujan Mas Kab. Muara enim. Ditengah guyuran hujan setelah melewati jembatan gantung membuat jantung berdebar-debar akhirnya kami sampai di lokasi. Puyang yang kami ziarahi ini adalah makam Syekh Ibrahim Papa, kami bermunajat dan berdoa dimakam sebagamana tradisi para ulama salaf.

Tertulis di depan makam “ Makam Syekh Ibrahim Papa ( Syekh Angkase ) Ramatuan Ayik Hening  desa raman kecamatan ujan Mas”. Saya bertanya-tanya siapah gerangan puyang ini? Atau benar ini puyang Alm.Taufiq Kiemas? Setelah ziarah kami pun mencoba mengorek-ngorek informasi Syekh Ibrahim, dengan perjuangan yang sungguh-sungguh akhirnya kami dipertemukan dengan Marfudin Kiemas selaku  Imam dusun.

Menurutnya, Syekh Ibrahim adalah salah satu keturunan Sulthan Samudra Pasai yang  hidup pada abad ke-14 Masehi. Papa diujung namanya yang berarti lemah adalah sikap para ulama yang tawadhu’. Kami pun menanyakan bukti kongkrit berupa mansukrip atau artepak-artepak yang bisa dipertanggung jawabkan secara akademik, lalu pak Marfudin menunjukkan bukti atas pertanyaan yang kami lontarkan, Ia masuk kedalam kamar lalu menunjukkan manuskrip dari bahan kulit kayu  beraksara ulu, kemudian sebuah Nisan yang Ia temukan dimakam syekh Ibrahim. Menurut Marfudin mansukrip dari kulit kayu ini sudah ditranselitrasi oleh Asnawi.

Lebih lanjut marfudin bercerita bahwa syekh Ibrahim pernah berperang dengan raja Palembang dan berhasil mengislamkan para bangsawan disekitar bukit siguntang. Kejadian ini sebelum kedatangan sunan Ampel/raden Rahmat ke Palembang. Kemudian marfudin membenarkan bahwa Syekh Ibrahim ini adalah leluhur Alm. Taufiq Kiemas, semasa hidupnya Taufiq sering ziarah ke makam puyang Ibrahim dan beliau juga yang merenovasi makam . Ia berharap agar kajian tentang kesejarahan lokal ini terus di kaji terlebih data tentang nasab/anak cucu  puyang ibrahim sudah langka bahkan nyaris hilang. Untuk melihat apakah seseorang dikatakan keturunan puyang Ibrahim biasanya di ujung ( bukan di awal) namanya ada gelar Kiemas .   

Tentunya temuan tentang syekh Ibrahim Papa ini memperkuat jejaring Ulama Nusantara yang sudah dirintis Oleh Prof Azyumardy Azra. Alm taufiq Kiemas yang di kenal sebagai sosok pemersatu bangsa adalah keturunan ulama besar. (*)