Home Berita Karang Taruna Rempoa Bersama Ganespa Bersih-Bersih Situ Rompong

Karang Taruna Rempoa Bersama Ganespa Bersih-Bersih Situ Rompong

0

Para pemuda karang Taruna Rempoa Kecamatan Ciputat Timur (Ciptim) bersama Organisasi Kepemudaan Gugus Alam Nalar Ekosistem Pemuda-pemudi (OKP Ganespa) membersihkan sampah-sampah dan tanaman eceng Gondok, di Situ Rompong Minggu(17/3/2019).

Kegiatan tersebut berangkat dari kesadaran masyarakat setempat, dimana mengingat betapa pentingnya keberadaan situ yang bersih dan steril sehingga nantinya dapat bermanfaat.

“Semoga kegiatan ini menjadi obor pembangkit dalam melestarikan situ Rompong dan kami harap langkah awal bersih-bersih ini dapat di dukung juga oleh pemerintah dan pihak terkait agar situ ini bisa bermanfaat,” kata Anton, Ketua Karang Taruna Rempoa saat diwawancarai.

Anton menambahkan, pihaknya juga berniat menjadikan situ ini nantinya sebagai tempat wisata. Namun langkah yang agak berat bagi kami menyingkirkan segel lahan tanah yang dipasang Satpol PP, karena kita harus berurusan dengan pihak pengembang dan tentunya pemerintah.

Ketua OKP Ganespa Dodi menegaskan kepada pemuda setempat, agar kawasan Situ Rompong yang masih belum terurus tersebut harus tetap dijaga minimal membersihkannya 1 minggu sekali.

“Pokoknya Situ Rompong ini harus bersih, ayuk kita sama-sama para pemuda-pemudi ikut menjaga situ ini, karena dengan adanya situ ini dapat mengurangi volume air permukaan (run off) yang tak tertampung yang bisa menjadi penyebab banjir atau genangan,” ajaknya.

Ia melanjutkan, terkait tembok seng yang ada di Situ Rompong, menurutnya harus dibongkar dan tentunya ini ranahnya pemerintah daerah yang harus lebih tegas lagi dalam keseriusannya menjaga dan melestarikan keberadaan situ-situ yang ada di Tangsel. “Karena dalam aturan 50 meter adalah kawasan sempadan situ,” ujar Dodi.

Sementara, salah satu pemuda yang turun langsung membersihkan situ tersebut Suhery mengatakan, perlunya suport pemerintah daerah dalam memfasilitasi komunitas yang konsen dalam pelestarian situ. “Karang taruna seharusnya diberikan perahu karet untuk mereka operasi bersih-bersih itu, Karena kegiatan saat ini dilakukan dengan alat yang minim,” tukasnya

Diketahui, Situ Rompong yang awalnya 10 hektar sekarang tersisa 2, 9 hektar, selebihnya pengembang mengklaim telah memiliki lahan tersebut.(Ban)