Beranda Berita PPP Kota Tangerang Yakin Suara Tak Terpengaruh OTT Ketum PPP Oleh KPK

PPP Kota Tangerang Yakin Suara Tak Terpengaruh OTT Ketum PPP Oleh KPK

0

Soal ditangkapnya Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (Ketum PPP), Romahurmuziy atau yang dikenal Rommy dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK kasus dugaan jual beli jabatan di Kementrian Agama (Kemenag), Sekretaris DPC PPP Kota Tangerang, Mustofa menyebut kejadian tersebut konflik drama elite politik.

Bahkan kata Mustofa, kejadian tersebut merupakan bagian dari politik tingkat tinggi. Namun, hal itu tidak berpengaruh terhadap suara kepada para Calon Legislatif (Caleg) PPP di Kota Tangerang.

“Kejadian itu juga sebagai strategi politik tingkat atas. Kalau di Kota Tangerang saya rasa tidak sama sekali berpengaruh atas penangkapan itu,” ujar Mustofa ketika ditemui usai deklarasi damai pemilu 2019 di alun alun Ahmad Yani, Kota Tangerang, Jum’at (22/3/2019).

Tidak hanya di DPC, Mustofa menjelaskan, untuk di PAC dan Ranting PPP juga tidak sama sekali berpengaruh dengan signifikan. Sebab, kader-kader PPP Kota Tangerang terus berjuang untuk perolehan suara.

“Kader-kader kita tetap semangat ko. Bagaimana PPP itu meraih tiga besar. Politik kan dinamis, ini juga salah satu perjalanan politik. Kami tidak takut di Kota Tangerang akan terjadi seperti apa,” tegasnya.

Terhitung dari penetapan KPK ke Rommy sebagai tersangka, Sabtu (16/3/2019) yang terjadi hingga kini, kader-kader dan para calon legislatif (caleg) dari PPP juga tidak mendapatkan penolakan dari masyarakat.

“Sampai saat ini tidak ada penolakan. Ya, pada prinsipnya gimana kita berbuat di masyarakat. Konstituen kami di Kota Tangerang masih tetap eksis,” katanya.

Mustofa menambahkan, untuk PPP dalam Pemilu yang dilaksanakan 17 April mendatang di Kota Tangerang menargetkan perolehan tiga besar. Hal itu sesuai arahan Plt Ketum PPP, Soeharso Monoarfa.

“Untuk di Kota Tangerang kami bakal menargetkan posisi tiga besar. Karena itu sesuai arahan Ketum Plt PPP. Sekali lagi itu hanyalah strategi politik saja,” tandasnya.

Seperti diketahui, KPK telah menetapkan Romahurmuziy, Muhammad Muafaq Wirahadi, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Haris Hasanuddin Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur sebagai tersangka suap.

Diketahui, kasus yang menjerat ketiganya adalah menerima suap untuk memengaruhi seleksi jabatan pimpinan tinggi di Kemenag. Seleksinya yaitu untuk Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur.

Rommy dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak PIdana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Muafaq Wirahadi dan Haris Hasanuddin diduga telah melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf atau huruf b atau Pasal 13 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi disangkakan sebagai pemberi suap. (Amd)