Home Berita Bejat, Ayah Perkosa Anak Tiri Hingga Melahirkan di Ciputat

Bejat, Ayah Perkosa Anak Tiri Hingga Melahirkan di Ciputat

0

Seorang anak dibawah umur sebut saja B (16) harus menanggung malu dan penderitaan seumur hidupnya. Bagaimana tidak, dia menjadi korban kekerasan seksual sejak ia masih duduk di bangku sekolah dasar (SD).

Adapun orang yang tega melakukan kekerasan seksual terhadap dirinya tak lain adalah ayah tirinya. Di usianya yang masih sangat muda, dia harus membesarkan seorang bayi hasil perbuatan bejat ayah tirinya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun tangerangonline.id, korban diperkosa ayah tirinya sejak kelas 5 Sekolah Dasar (SD) atau berumur sekitar 12 tahun di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

“Menurut pengakuan korban, dia sudah dua kali hamil akibat perlakuan ayah tirinya itu, yang pertama pada saat dia berusia sekira 14 tahun, namun keguguran,” jelas Ferry Irawan, Ketua Lembaga advokasi dan Bantuan Hukum Bang Japar Tangsel, Kamis (10/10/2019).

Lebih lanjut Fery megatakan, pada saat hamil hingga keguguran, tidak ada masyarakat yang mengetahui kejadian tersebut. Perlakuan ayah tirinya terhadap korban terus berlanjut sampai korban berusia 16 tahun dan saat ini melahirkan seorang bayi berumur 1 bulan.

“Tadi kita ingin melakukan pelaporan ke pihak berwajib. Namun petugas visum di RSUD sedang tidak ada, adanya besok. Jadi kami akan datang lagi besok, untuk melakukan visum dan melaporkan,” jelasnya.

Terpisah, Nurhayati sang nenek korban mengatakan bahwa cucunya menjadi korban pemerkosaan hingga melahirkan seorang bayi.

“Iya, awal mula mengetahui kejadian ini pada saat saya melihat cucu saya melahirkan, dan dia mengaku diancam sama ayah tirinya. Setelah itu saya ambil dia, diajak ke rumah,” jelas Nurhayati.

Sementara, korban B mengaku dirinya diperkosa sejak berumur 12 tahun dan diancam menggunakan pisau setiap kali ingin melampiaskan nafsu bejat sang ayah tiri.

“Sejak saya kelas 5 SD, waktu itu malam, kalau saya tidak mau melayani diancam dengan pisau. Sudah sering, saya sampai lupa berapa kali, sudah lama juga, saya pengen cerita waktu itu takut, berani ceritanya baru setelah lahiran kemarin karena dijemput nenek,” ungkapnya. (Ban)