Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Ahmad Syahril Baidilah meminta Karang Taruna Kecamatan Mauk, harus menjadi Ikon pembangunan. Hal ini disampaikan saat politisi PKS ini menjadi narasumber diskusi publik yang diselenggarakan Karang Taruna, dalam rangka memperingati hari pahlawan, Minggu (10/11/2019).
Dia mengatakan, para pemuda yang bernaung di bawah Karang Taruna harus bisa mengisi pembangunan tersebut dengan peran aktif sesuai kemampuan masing-masing.
“Fokus di pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) dan infrakstruktur yang ada diwilayah masing-masing,” ujar Komisi I DPRD ini.
Syahril memaparkan, Sumber Daya Manusia (SDM) untuk menghilangkan stigma keterbelakangan pendidikan, peradaban dan sosial. Infrakstuktrul untuk mensosialisasikan ciri khas mauk dan desa wisata yang meningkatkan daya saing masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi dan budaya.
“Di masa mendatang anggaran untuk desa dari pemerintah harus dikelola dengan baik. Maka dengan adanya anggaran besar buat desa ini momen penting bagi karang taruna untuk ikut andil didalamnya. Dengan anggaran tersebut bisa saja karang taruna dilibatkan dibidang perekonomian,” tuturnya.
Kemudian Karang Taruna juga harus mampu mendirikan usaha kecil menengah (UKM) dan juga pemberdayaan pemuda solusi untuk meningkatkan sumber daya dan daya saing pertumbuhan.
“Untuk itu peran karang taruna untuk meningkatkan sumber daya dan daya saing solusinya membentuk usaha kecil menengah (UKM),” jelasnya.
Dikatakannya, karang taruna mampu mengembangkan ekosistem kreatif, pasalnya karang taruna menjadi tempat penyaluran bakat pemuda untuk mengembangkan semanget inovasi dan penyalur semanget masyarakat.
“Sehingga lebih semanget dalam membangun daerah, dan akan timbul ide atau gagasan mengembangkan potensi daerah,” ucapnya.
Ia berharap Karang Taruna dengan kepengurusan yang baru ini bisa menjadi sebuah agen perubahan untuk membangun wilayah mauk yang lebih baik lagi.
“Tentunya mengedepankan kebersamaan, gotong royong, persatuan dan kesatuan antar pemuda mauk khususnya umumnya yang ada di wilayah pantura,” pungkasnya. (Sam)

