Home Bandara Pertama di Indonesia, AP II Buka Airport Learning Center di Bandara Soetta

Pertama di Indonesia, AP II Buka Airport Learning Center di Bandara Soetta

0

PT Angkasa Pura II (Persero) hari ini, Rabu 20 November 2019, meresmikan gedung baru sekaligus operasional Airport Learning Center (ALC) yang merupakan pusat pelatihan pendidikan pertama di Indonesia guna mengantisipasi dinamisnya pelayanan kebandarudaraan di masa depan.

ALC yang terletak di kawasan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) ini dibangun dengan semangat sumber daya manusia di bidang kebandarudaraan yang lebih hebat dari generasi sebelumnya.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero), Muhammad Awaluddin mengatakan, keberadaan ALC untuk mencapai tiga tujuan utama yakni melahirkan pemimpin handal (Center of Chiefship), membentuk personil yang memiliki pengetahuan mendalam tentang layanan bandara (Center of Competence), serta mewujudkan standar global di seluruh bandara Angkasa Pura II (Center of Certification).

“Hal pertama yang harus dipikirkan sebuah perusahaan adalah melahirkan pimpinan dan SDM yang lebih hebat. Untuk itu lah Airport Learning Center dibentuk. Keberadaan ALC ini kami harap dapat mendukung pembangunan manusia di Indonesia melalui program SDM Unggul Indonesia Maju,” kata Awaluddin.

Lebih lanjut, Awaluddin mengatakan ALC dibentuk juga untuk mengantisipasi perubahan di masa mendatang yang kami kelompokkan menjadi 3 hal yaitu Business Model Variability, Infrastructure/Operation Complexity, dan Dynamic Competencies. ALC sendiri memiliki tagline Opportunity For Improvement.

“Saat ini ALC diperuntukkan untuk lingkungan internal Angkasa Pura II, namun tidak menutup kemungkinan untuk ke depannya dibuka juga untuk kalangan eksternal,” ujarnya.

Gedung ALC terletak di kawasan perkantoran Bandara Soetta, dilengkapi dengan 10 ruang kelas dengan teknologi modern, 1 auditorium, 1 amphitheater, 1 e-library, 1 ruang simulasi, VIP Lounge dan dining hall.

Adapun pembelajaran diberikan kepada berbagai jenjang karyawan, mulai dari karyawan baru hingga karyawan memasuki masa pensiun.

Sementara itu 2 program besar ALC adalah Great People Development Program (GPDP) dan Great Leader Development Program (GLDP).

“ALC juga bekerja sama dengan berbagai universitas sehingga karyawan Angkasa Pura II bisa mendapat beasiswa di Universitas Padjajaran, ITB, UGM, UI, Telkom University, Nanyang Technological University di Singapura dan Coventry University di United Kingdom,” tutur Awaluddin.

ALC juga diproyeksikan mendukung visi PT Angkasa Pura II menjadi The Best Smart Connected Airport Operator in The Region.

PT Angkasa Pura II sendiri siap menjalankan Strategic Transformation 4.0 dengan peta jalan mulai 2020 – 2025 di mana program ini mengedepankan pengembangan bandara dan peningkatan pelayanan melalui artificial intelligence, internet of things, robotic, automation, nanotechnology, blockchain, 3D printing technology hingga quantum computing.

“Pembelajaran dan pelatihan di Airport Learning Center sesuai dengan Strategic Transformation 4.0 dan visi PT Angkasa Pura II menjadi The Best Smart Connected Airport Operator in The Region,” jelas Awaluddin.

Saat ini pun PT Angkasa Pura II sudah mulai menggunakan robot sebagai salah satu personil customer service, yang diberi nama robot DiLo. Selain itu, Angkasa Pura II juga diperkuat Digital Officer with Digital Device (DODD), yakni sejumlah personil di bandara yang dilengkapi dengan gadget guna mempercepat pelayanan.(Rmt)