Home Berita Tarif PAM 3 Kali Lipat dari Harga Beli, Ini Kata Dirut PT....

Tarif PAM 3 Kali Lipat dari Harga Beli, Ini Kata Dirut PT. PITS

0

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yakni PT Pembangunan Investasi Tangerang Selatan (PT PITS) telah mengembangkan usahanya ke bidang pelayanan air bersih, sejak tahun 2017.

Hingga saat ini, usaha tersebut dijalankan dengan cara, melakukan pembelian air curah dari BUMD milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yakni Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Karya Raharja (TKR), yang kemudian dijual lagi ke masyarakat Kota Tangsel dengan harga hampir tiga kali lipat.

Meski pun Direktur utama PT PITS, Dudung E. Direja mengatakan bahwa penentuan tarif air bersih yang diberlakukan berdasarkan Surat Keputusan (SK) Walikota Tangsel Nomor 690/Kep.134-Huk/2017 tentang Penetapan Wilayah Pelayanan Air Minum bagi Masyarakat. Namun faktanya dalam SK tersebut tidak mengatur mengenai tarif air bersih secara spesifik seperti yang dimaksud Dudung.

“Ini dijualnya berapa, ini sudah ada surat keputusan walikota tarif tentang air di Tangsel. Itu ada kategorinya ada air I, itu kelompok masyarakat kurang mampu, terus kelompok II itu luas bangunan sekian sampai tahap ke III, tahap III itu pusat. Kita beli 10 perak, terus kita jual 25 perak itu hal yang wajar, seperti halnya TKR beli dengan TC,“ kata Dudung, di kantor PT PITS Jalan Tenkno Widya, Kamis (23/1/2020).

Disisi lain, PT PITS menjalin kerja sama dengan PT Tirta Tangsel Mandiri (PT TTM) anak perusahan PT PP Infrastruktur yang merupakan anak perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT PP, dengan nilai investasi sebesar 340 milyar, untuk pembangunan Sistim Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kota Tangsel, yang peletakan batu pertamanya dilakukan pada 23 November 2018 lalu.

Pembangunan SPAM tersebut terdiri dari pembangunan unit air baku, unit produksi dan unit distribusi dengan pola Bangun, Guna, Alih/Built, Operate, Transfer (BOT) Plus. Kerjasama investasi ini akan berlangsung selama 30 tahun dan aset akan diserahkan kepada Pemkot Tangsel setelah akhir masa kerjasama, dengan skema PT PITS akan membayar volume air yang diproduksi oleh PT. TTM sesuai dengan volume air yang diserap.

“Itu investasinya 340 miliar, investasi murni dari mereka, tidak APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) tidak ada uang dari PT PITS. Bahkan kita diberikan pinjaman untuk dibelikan lapak, itu sudah atas nama PT.PITS meskipun itu pinjaman, pinjaman yang dibayar sekitar 25 tahun tapi menguntungkan,” uajr Dudung.

Lebih jauh, dari informasi yang berhasil dihimpun, PT TTM di dirikan sekira 15 November 2018, dengan saham kepemilikan terdiri dari 94 persen dimilki PT PP Infrastruktur, 5 persen dimiliki PT Pamor Tangsel Unggul, 1 persennya dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Karyawan Pembangunan Perumahan.

“PT TTM ini bukan anak perusahaan PT PITS, dia adalah unit usaha yang dibentuk oleh PP Infrastruktur. Nah kita yang kerja sama beli airnya ke TTM, itu cucunya BUMN PP Persero,” jelas Dudung, ketika ditanya mengenai kerjasama antara PT PITS dengan PT TTM.

Terpisah, pihak PT TTM belum mau memberikan keterangan lebih rinci perihal terkait. Meski awak media telah mencoba mengkonfirmasi, dengan mendatangi kantor PT TTM di gedung Plaza PP di jalan TB Simatupang No.57, Gedong, Kecamaran Pasar Rebo, Kota Jakarta Timur, Daerah Khusus Ibukota Jakarta, Senin (27/1/2020).