Home Berita Serah Terima 56 Aset Kabupaten Ke Kota Tangerang Pending, Kenapa?

Serah Terima 56 Aset Kabupaten Ke Kota Tangerang Pending, Kenapa?

0

Serah terima aset milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang yang akan di berikan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dipending.

Sebanyak 56 bidang aset milik Pemkab Tangerang yang akan diserahkan yang diantaranya Stadion Benteng, Alun – Alun dan lainnya itu dipending usai tak hadirnya Walikota atau Sekertaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang dalam acara Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Naskah Perjanjian Hibah dan Kesepakatan Bersama Antara Pemkab Tangerang dengan Pemkot Tangerang yang berlangsung di Pendopo Bupati Tangerang, Jalan Kisamaun No.1, Sukasari, Kota Tangerang.

Bupati Tangerang A. Zaki Iskandar mengatakan, selain tidak hadirnya Walikota atau Sekda Kota Tangerang, dipendingnya serah terima 56 bidang aset itu juga karena adanya permintaan negosiasi baru.

“Sebetulnya sudah ada pra kesepakatan yang di mediasi oleh wasit aset, yakini Ibnu Jandi pada tanggal 21 Januari yang sudah di paraf oleh sekda kabupaten dan kota. yang mana harusnya hari ini tinggal finalisasi proses penyerahannya saja,” terang Bupati kepada awak media.

“Akan tetapi menurut informasi di tanggal 4 ada lagi permohonan dari kota Tangerang untuk melakukan negosiasi kembali yang mana sebetulnya sudah selesai pada tanggal 21 Januari lalu,” Imbuhnya.

Zaki menjelaskan, negosiasi baru tersebut berisi soal aset Perusahaan Air Minum Daerah Tirta Kerta Raharja (PDAM TKR) beserta pelanggan yang sudah terdaftar untuk diserahkan juga kepada Pemkot Tangerang.

“Pada prinsipnya kami kabupaten Tangerang punya itikad dan niat yang baik untuk menyelesaikan proses serah terima aset maupun juga barang milik daerah dan juga aset PDAM Tirta Kerta Raharja. Cuman tolong Pemkot Tangerang pertimbangkan masalah pelayanan publiknya,” ujarnya.

Zaki menuturkan, ada kemungkinan Kota Tangerang mengambil image PDAM itu berdasarkan profit atau bisnisnya. Namun kata Zaki, seharusnya Pemkot Tangerang juga melihat PDAM ini sebagai pelayanan publik

“Harus di pertimbangkan secara matang. Kami juga memiliki berbagai macam tantangan pada saat penyerahan PDAM ini ke Kota dan itu menjadi pertimbangan untuk kita,” tuturnya.

Sementara Ibnu Jandi, Wasit dalam serah terima aset menambahkan, persoalan negosiasi baru dari Pemkot Tangerang ini adalah sesuatu hal yang kurang bisa dirinya mengerti. Pasalnya, Pemkot Tangerang meminta aset PDAM TKR beserta pelanggannya diserahkan langsung hari ini juga.

“Itu pasti ga mungkin karena kabupaten Tangerang juga butuh untuk pelayanan masyarakat di daerahnya. Kabupaten Tangerang juga tidak bisa serta merta kehilangan aset serta kehilangan pelayanan air bersihnya,” tukasnya. (Amd)