Home Bandara Gegara Surat ini, Tidak Sedikit Calon Penumpang Ditolak di Bandara Soetta

Gegara Surat ini, Tidak Sedikit Calon Penumpang Ditolak di Bandara Soetta

0
Posko pemeriksaan kelengkapan dokumen perjalanan sesuai protokol kesehatan di Gate 3 Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

BANDARA SOETTA – Sejak penerbangan rute domestik beroperasi secara terbatas mulai pada Kamis (7/5/2020) lalu, tidak sedikit calon penumpang yang ditolak atau ditunda keberangkatannya lantaran tidak memenuhi persyaratan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas I Soekarno-Hatta, Dr Anas Ma’ruf.

“Banyak juga (yang ditolak), enggak semua bisa lolos. Kurang satu dokumen atau syarat penerbangan saja, ya tidak boleh berangkat atau paling tidak me-reschedule tiketnya,” kata Anas, Jumat (15/5/2020).

Anas mengungkapkan, mayoritas kelengkapan dokumen yang tidak dipenuhi calon penumpang adalah, tidak membawa surat keterangan sehat atau hasil test COVID-19 setidaknya dengan metode Rapid Test.

Tidak sedikit pula calon penumpang penerbangan domestik hanya melampirkan surat keterangan sehat saja yang dikeluarkan oleh klinik atau rumah sakit. Ada juga calon penumpang yang memang membawa hasil rapid test, namun surat tersebut sudah kedaluarsa.

“Aturan yang berlaku itu kan surat berlaku 7 sampai 10 hari setelah Test COVID, lebih dari itu tidak berlaku, atau kedaluarsa,” ujar Anas.

Walaupun tidak ada data pasti calon penumpang yang ditunda perjalanannya, Anas memastikan jumlahnya cukup banyak. Artinya, Gugus Tugas Udara COVID-19 Bandara Soetta melakukan pengawasan yang sangat ketat terhadap calon penumpang.

Dijelaskan Anas, surat keterangan bebas COVID-19 bukan sekedar untuk melengkapi dokumen penerbangan saja. Namun, lebih kepada keselamatan seluruh petugas, pengguna jasa Bnadara, penumpang lain dan kru penerbangan.

“Tujuannya itu kan untuk menciptakan perjalanan penerbangan yang sehat. Kru atau awak kabin dan penumpangnya juga sehat, kalau ada yang memalsukan begini, bisa jadi ancaman bagi penerbangan,” terang Anas.

Oleh karenanya, petugas KKP lebih teliti dan mewaspadai lagi keaslian dokumen kesehatan yang disertakan penumpang. Bahkan, petugas menghubungi pihak Rumah Sakit atau klinik untuk memastikan surat keterangan bebas COVID-19 yang dilampirkan oleh calon penumpang. (Rmt)