Home Berita Penyaluran Bantuan Benih Padi di Desa Ulak-Kapal

Penyaluran Bantuan Benih Padi di Desa Ulak-Kapal

0

Ogan Komering Ilir -Bantuan benih padi di desa Ulak Kapal kecamataan Tanjung Lubuk kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) disalurkan,Kepala Desa (Kades) Ulak-Kapal mengatakan, bahwa tidak ada sasaran atau syarat khusus bagi penerima bantuan benih padi tersebut, karena mayoritas warga desa Ulak-Kapal adalah petani.

“Untuk pembagian bantuan benih padi ini tidak ada sasaran atau syarat khusus bagi penerima, karenakan mayoritas warga desa Ulak-Kapal ini merupakan petani, jadi kami sepakat langsung menghitung berapa banyak Kepala Keluarga (KK) yang ada di desa ini, dan langsung kami ajukan kepusat,”ucap Muhammad Jurid Kades Ulak Kapal saat diwawancarai via WhatsApp,Selasa (14/07).

Pembagian benih itu sendiri dilaksanakan di Posko Covid-19, untuk menghindari kecurangan bagi warga yang ingin mengambil benih tersebut diharuskan membawa fotocopy KK dan menghadap Kepala Dusun (Kadus) masing-masing.

“Jadi untuk menghindari kecurangan, kami menginstruksikan bagi para warga yang ingin mendapatkan bantuan benih ini, diharuskan membawa fotocopy KK dan menghadap Kadus masing-masing, dimana nantinya nama mereka akan dicatat oleh Kadus ,”tambahnya

Bantuan ini bukan merupakan bantuan yang rutin, karena hanya disalurkan jika para petani mengalami kerugian karena banjir, hama yang parah atau masalah lainnya yang membuat mereka gagal panen.

“Bantuan ini bukan merupakan hal yang rutin, karna hanya dilakukan jika petani mengalami kerugian dan mengakibatkan gagal panen, masalah serius seperti hilangnya tanaman mereka akibat banjir, tanaman yang gagal berbuah dimakan hama, dan lainnya,”lanjutnya.

Para warga merasa sangat terbantu dengan adanya bantuan benih padi tersebut, karena memang pada tahun ini mereka mengalami kesulitan dalam bertani.

“Bantuan ini sangat bermanfaat, pada musim taman kali ini saya memang mengalami kerugian dari dampak banjir kemarin dan parahnya lagi setelah banjir, hama pun menyerang tanaman saya sehingga kebanyakan tanaman saya mati”. Ucap Siti salah satu petani Desa Ulak Kapal. (Ros)