Beranda News Update Kumala PW Serang Nilai Kepemimpinan WH-Andika Cuma Janji Palsu

Kumala PW Serang Nilai Kepemimpinan WH-Andika Cuma Janji Palsu

0

Sejumlah Mahasisawa yang tergabung dalam Kumala PW Serang berunjuk rasa di Perempatan Lampu Merah Boru, Kota Serang, Senin, (26/10/2020). Dalam aksinya, mereka menganggap kinerja Kepemimpinan Gubernur Banten Wahidin Halim serta Wakilnya Andika Hazrumy hanya berikan janji palsu pada masyarakat Banten.

Salah seorang peserta aksi Misbah mengatakan, sejak dilantik menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur WH-Andika telah menyampaikan sejumlah janji-janjinya. Itu tertuang dalam visi misi yang dijadikan sebagai arah dan tujuan mereka untuk membenahi Banten. Namun, dibalik itu ternyata hanya omong kosong belaka

“Terhitung usia kepemimpinan WH-Andika sudah 42 bulan. Tentu hal ini seharusnya sudah mencapai titik untuk bisa menanamkan benih kebaikan. Ternyata Gubernur Banten hanya membangun citra wajah alim. Tapi kemudian secara kepemimpinannya itu cacat,” katanya.

Untuk kualitas masalah pendidikan, Misbah menjelaskan, Pemprov Banten yang katanya akan membangun 168 tambahan kelas fisik, namun baru 2016 tambahan ruangan kelas tingkat SMA dan SMK, Masalah JPS yang hingga kini masih belum ada kejelasan.

“Masalah kualitas pendidikan, masalah JPS Pemprov Banten, ini patut juga di pertanyakan, karena hari ini masyarakat sangat membutuhkan JPS itu, kalaupun hari ini di katakan masih polemik, artinya Pemprov Banten ini gagal, dalam masalah masalah kebutuhan masyarakat banten,”ungkapnya.

Kemudian Misbah melanjutkan, masalah lainnya yaitu pengangguran, 42 bulan ini, kalau bicara pengangguran ini harus ada penanganannnya, namun sejak tahun 2018 sampai tahun 2020 ini, Pemprov Banten tidak lagi serius pada persoalan itu.

“Masalah pengangguran ini, menurut data BPS, dari 2018 hingga 2020 banten ini belum bisa memberikan solusi untuk masyarakatnya terkait penanganan masalah pengangguran,”cetusnya.

Ia menjelaskan, banyak janji perbaikan Banten yang tidak terlaksana. Misalnya angka kemiskinan di Banten yang semakin meningkat. Berdasarkan hasil survei ekonomi nasional pada Maret 2020 angka kemiskinan mencapai 5,92 persen. Mengalami peningkatan 0,98 poin dibanding tahun sebelumnya sebesar 4,94 persen. Kemudian juga terkait penanganan pandemi Covid-19 yang belum optimal.

“Lagi-lagi janji WH-Andika untuk menuntaskan kemiskinan di Banten belum mampu dan belum maksimal dengan janji kampanye politiknya,” katanya.

Bahkan, tambah Misbah, maraknya tenaga kerja asing yang tidak bisa di filter oleh Pemprov Banten, menjadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran di Banten.

“Kemudian, kurangnya pengawasan serta fikter yang di lakukan terhadap tenaga asing di banten ini juga nenhadi salah satu penyebab tingginya angka pengangguran, karna ini membuat keterhambatan penyerapan tenaga kerja lokal.”tandasnya.

Jika kondisi tersebut terus terjadi, kata dia, maka Kumala menyatakan sikap WH-Andika telah gagal memimpin Banten. Pihaknya juga menuntut agar gubernur melakukan sejumlah hal.

“Evaluasi janji kampanye. Alokasikan anggaran Covid-19 untuk kebutuhan masyarakat. Ciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat lokal Banten dan kurangi tenaga kerja asing di Banten,” tuturnya. (Aiz)