Beranda News Update Punya Alat Ukur, Polres Tangsel Bakal Tilang Knalpot Bising

Punya Alat Ukur, Polres Tangsel Bakal Tilang Knalpot Bising

0

Satuan Lalu Lintas Polres Kota Tangsel akan efektif melakukan penindakan kepada pengendara yang menggunakan knalpot bising. Selain diberi sanksi tilang, polisi juga akan menyita knalpot bising yang masih digunakan pengendara, khususnya sepeda motor.

Kepala Satuan (Kasat) Lalu Lintas (Lantas) Polres Tangerang Selatan (Tangsel) AKP Bayu Marfiando mengatakan, dalam Operasi Zebra tahun 2020 ini pihaknya akan melakukan tindakan penilangan terhadap kendaraan yang mengeluarkan suara bising.

Penilangan itu akan menggunakan sebuah alat ukur kebisingan dengan cara ditempelkan kepada kendaran.

“Nanti kita akan menggunakan Sound Leser Tester dengan mengukur intensitas bunyi adalah desibel (dB),” Kata AKP Bayu saat melakukan sosialisasi kepada pengendara di Bundaran Alam Sutera, Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangsel, Senin (26/10/2020).

Bayu menjelaskan, suara bising knalpot merupakan pelanggaran laik jalan dan akan diberikan sanksi berupa tilangan bagi pengendara yang melanggar dengan pengenaan pasal pasal 285 ayat 1 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009.

“Ambang batas kebisingan kendaraan bermotor tipe baru diatur dalam Permen Lingkungan Hidup Nomor 7 tahun 2009, contoh sepeda motor diatas 175 cc desibel tahap pertama maks 90, tahap kedua maks 83,” terangnya.

Diketahui, Standar tingkat kebisingan knalpot sudah ditentukan di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 7 Tahun 2009 Tentang Ambang Batas Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru. Buat motor 80cc – 175cc maksimal bising 83 dB dan di atas 175cc maksimal bising 80 dB. (Ban)