Beranda Berita Nenek Berusia 120 Tahun di Kronjo, Rumah Gubugnya Dibangun Swadaya

Nenek Berusia 120 Tahun di Kronjo, Rumah Gubugnya Dibangun Swadaya

0

Nenek Jami disebut telah berusia 120 tahun. Warga RT 002/001 Desa Cirumpak, Kecamatan Kronjo, Kabupaten Tangerang. Nenek ini tinggal seorang diri di gubuk berukuran 2×2 meter.

Sarwinah (70), salah satu anak dari Ibu Jami menuturkan, ibu Jami memiliki delapan orang anak. Dari anak-anaknya tersebut sudah memiliki anak dan cucu yang tinggal di Cirumpak maupun di kampung lain. Namun sang nenek yang semakin sepuh itu tak mau tinggal di rumah anak cucunya.

“Dua tahun lalu meminta dibuatkan gubuk untuk tidur. Ya kondisinya seperti ini,” ungkap Sarwinah, Kamis (10/12/2020).

Mendengar informasi tersebut, pihak desa setempat berkoordinasi dengan camat dan Unit Pelayanan Teknis (UPK) PNPM Mandiri Pedesaan. Lembaga pemerintah dan lembaga masyarakat itu langsung terjun ke lokasi untuk membedah rumah milik nenek Jami.

Ketua UPK PNPM Mandiri Kecamatan Kronjo, Satibi Suhadi menuturkan, informasi adanya seorang nenek yang tinggal di gubuk berukuran 2×2 meter itu, bermula dari group media sosial. Namun informasi itu berlanjut hingga ke telinga pejabat di Pemkab Tangerang.

Pihak desa pernah mengajukan rumah ini untuk dibedah, namun karena program pemerintah sudah habis, maka tidak bisa dilakukan pembangunan.

“Kami tim UPK PNPM Mandiri bersama pak Camat langsung turun ke lokasi. Setelah itu kami sepakat untuk membedah rumah secara swadaya,” ujar Satibi.

Dengan anggaran seadanya, pihak UPK dan Kecamatan sepakat untuk membangun rumah milik ibu Jami berukuran 6×5 meter menggunakan pondasi batu dan dinding bata ringan serta tiang kolom beton. Selain itu, bagian atap menggunakan kayu dan asbes sesuai standar porgram Gebrak Pakumis yang selama ini digalakkan pemerintah daerah.

“Yang terpenting adalah, bagaimana Ibu Jami ini bisa menempati rumah layak huni. Tidak seperti selama ini harus tinggal di gubuk. Pembangunan rumah dikerjakan sepenuhnya swadaya dari pihak kecamatan dan UPK,” paparnya.

Sementara Camat Kronjo Ahmad Tibi mengungkapkan, pihaknya cukup prihatin dengan kondisi yang dialami ibu Jumi ini. Meski ditengah pandemi Covid-19, dan dengan anggaran yang terbatas akibat banyak yang dirasionalisasi, pihak kecamatan secara swadaya dapat melakukan pembangunan bedah rumah milik ibu Jumi ini.

“Alhamdulillah secara swadaya kami dapat melaksanakan bantuan bedah rumah ini. Ini mungkin yang ke sekian kalinya setelah pihak kecamatan membangun rumah warga yang roboh dan tidak layak huni seperti di Desa Pasir, Desa Bakung dan di Desa Kronjo sendiri,” terang camat.

Ia berharap, dirinya serta semua masyrakat Kecamatan Kronjo diberikan kesehatan dan rezeki yang melimpah. Sehingga bisa terus berbuat dan membantu masyarakat kurang mampu yang ada di wilayahnya. (Sam)