Home Bandara Polisi Tangkap Komplotan Penjual Surat Bebas Covid-19 Palsu di Bandara Soetta

Polisi Tangkap Komplotan Penjual Surat Bebas Covid-19 Palsu di Bandara Soetta

0

Surat keterangan bebas Covid-19 metode PCR Swab merupakan salah satu syarat untuk penumpang pesawat rute Internasional dan beberapa rute domestik di Tanah Air seperti Bali, Pontianak dan daerah lainnya.

Adanya aturan tersebut kemudian dimanfaatkan oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab untuk mendapatkan keuntungan pribadi dan kelompok.

Bagaimana tidak, belasan orang bekerjasama membuat surat keterangan bebas Covid-19 tanpa melalui tes sebagaimana mestinya alias palsu.

Kemudian mereka menjual surat bebas Covid-19 palsu kepada penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta).

Komplotan pemalsu dokumen syarat perjalanan ini pun akhirnya dibongkar oleh Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta.

Sebanyak 15 orang ditangkap oleh Tim Garuda Sat Reskrim Polresta Bandara Soetta. Mereka berinisial, MHJ, M alias A, ZAP, DS, U, AA, U alias U, YS, SB, S, S alias C, IS, CY, RAS, dab PA.

Masing-masing pelaku memiliki peran yang berbeda mulai dari mencari antrean yang membutuhkan surat keterangan bebas Covid-19 hingga membuat surat palsu tersebut.

Kapolresta Bandara Soetta, Kombes Pol Adi Ferdian Saputra menuturkan, ada 15 pelaku yang saat ini sudah diamankan.

“Ada 15 orang yang diamankan, semuanya ini satu komplotan. Mereka punya tugas masing, dan mereka ini juga sebetulnya saling mengenal di lingkungan Bandara,” ungkap Adi Ferdian di Mapolresta Bandara Soetta, Tangerang, Senin (18/1/2021).

Kepada Polisi, para tersangka mengaku telah beraksi sejak Oktober 2020 lalu. Mereka membuat hingga 30 surat bebas Covid-19 palsu setiap harinya.

“Pengakuan pelaku sudah berjalan sejak Oktober lalu, diperkirakan sudah ada 200 lebih orang yang memesan surat keterangan palsu ini, tapi masih akan kita kembangkan karena jumlahnya mungkin akan bertambah,” tutur Adi.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan pasal berlapis yaitu UU nomor 6 tentang Kekarantinaan Kesehatan, UU Nomor 4 tentang wabah penyakit menular, pasal 263 KUHPidana, dan 268 ayat 1 KUHPidana, dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara. (Rmt)