Home News Update Aspperwi Angin Segar Bangkitkan Pengelolaan Wisata di Lebak

Aspperwi Angin Segar Bangkitkan Pengelolaan Wisata di Lebak

0

Kepengurusan DPW Asosiasi Pelaku Perjalanan Wisata (Aspperwi) Lebak merupakan angin segar untuk dunia wisata di Lebak, setidaknya dapat membangkitkan pengelolaan wisata. Sebab, Kabupaten Lebak memiliki potensi tempat tempat wisata yang dapat diangkat dan Lebak memiliki SDM yang baik.

Demikian sambutan Wawan Wanian, Ketua pelaksana Musyawarah Wilayah (Muswil) pada gelaran Muswil Aspperwi Kabupaten Lebak, di salah satu Cafe di Rangkasbitung, Lebak, Banten, Senin (12/4/2021).

“Dunia wisata sangat membutuhkan yang handal di bidangnya. Saya optimis langkah ini dapat melahirkan dan memajukan wisata di Lebak,” ujarnya.

Ketua DPP Aspperwi Agus Hermawan SE mengatakan, sejarah berdirinya Aspperwi berawal dari perkumpulan para pelaku wisata baru mengadakan Munas pada Februari tahun yang lalu di Jogyakarta. Dalam Munas tersebut ia ditunjuk jadi Ketua Umum Aspperwi.

“Adapun misi dari Aspperwi ingin mengembangkan pariwisata di Indonesia, yang tadinya tidak terkenal jadi terkenal, dari yang susah menjadi mudah itulah kami bergabung,” jelasnya.

Menurut Agus, Saat ini terdapat 68 DPW tingkat Kabupaten, 28 Provinsi dengan jumlah anggota 4.492 termasuk di Lebak.

”Setiap bulannya berkembang terus,” tuturnya singkat.

Dijelaskan Agus, Aspperwi memiliki tiga program kerja, pertama kelompok sosial, seperti di Jogya setiap Jum’at pembagian nasi bungkus sebanyak 200 box, kunjungan panti jompo seperti di Bogor, di Karawang mengunjungi Ponpes-ponpes.

“Untuk kedua, yakni edukasi dan pelatihan, baik manfaat oleh anggota maupun orang lain, seperti diajarkan tekni berphoto.
Selanjutnya, program komersial yakni mencari untung dalam mengembangkan pariwisata, membantu mempromosikan tempat pariwisata yang belum maju,” terang Agus m

Sementara itu, Ketua Aspperwi DPW Kabupaten Lebak terpilih, Novianti Mala Fitri menginginkan penataan tempat wisata di Lebak.

”Seperti penataan tempat wisata di daerah pantai, misal penataan parkiran, tempat kuliner sehingga spot spot tempat wisata akan tertata dengan baik. Bukan hanya menjadi tempat wisata berstandar lokal tapi juga menjadi tempat wisata kelas dunia,” katanya. (Bud)