Home Berita Dua Orang Diamankan Terkait Mafia Tanah, Warga Pinang Mengaku Belum Puas

Dua Orang Diamankan Terkait Mafia Tanah, Warga Pinang Mengaku Belum Puas

0

Puluhan warga Kunciran Jaya dan Cipete mengaku bersyukur dengan diamankannya 2 orang terkait mafia tanah oleh jajaran Polres Metro Tangerang Kota.

Namun, hal tersebut ternyata belum membuat mereka bernapas lega. Pasalnya, sampai saat ini Pengadilan Negeri Tangerang belum mencabut keputusan eksekusi 45 hektare lahan.

Diketahui Polisi telah mengamankan 2 orang tersangka yang diduga menjadi otak dalam sengketa tersebut yakni D dan MPC. Penangkapan tersebut belum dapat menggugurkan keputusan Pengadilan Negeri Tangerang Kelas 1A Khusus pada Jumat, (7/8/2020) lalu.

Dimana, keputusan bernomor W29 U4/4151/HT.04.07/VIII/2020 lahan seluar 45 hektar dimenangkan oleh Darmawan. Hal ini pun membuat warga terdampak harap-harap cemas.

“Kami menuntut PN Tangerang Kelas 1 A untuk membatalkan eksekusi yang telah mereka keluarkan,” ujar ketua Paguyuban Masyarakat Cipete-Kunciran Jaya Bersatu, Mirin saat dijumpa wartawan di Kota Tangerang, Rabu, (14/4/2021).

Mirin mengatakan, saat ini warga masih merasa resah. Pasalnya, status lahan 45 hektar yang 10 hektare diantaranya dimiliki oleh warga berstatus milik Darmawan menurut SK tersebut.

“Tetapi permasalahannya apakah bisa seorang yang mengesahkan eksekusi kemudian dia yang membatalkan? Status dari PN Tangerang Kelas 1 A terkait eskekusi belum dibatalkan, ini menjadi beban bagi kami. Ini menjadi simalakama bagi PN Tangerang,” kata Mirin.

Hal senada diungkapkan warga lainnya, Saipul Basri. Pergerakan warga mempertahankan dan menjaga haknya belum berakhir. Namun, pegungkapan kasus ini kata dia menjadi titik terang bagi warga.

“Kami berharap hukum hukum bisa tajam ke atas, adanya penegakan supremasi hukum. Kami yakin akan adanya putusan akhir yang berpihak ke masyarakat,” ujarnya.

Saipul mengatakan Polres Metro Tangerang Kota memang sudah mengungkapkan kasus ini dan menetapkan D dan MPC sebagai tersangka serta memburu 1 orang lainnya yakni AM yang merupan kuasa hukum kedua tersangka.

“Kami duga adanya konspirasi di PN Tangerang Kelas 1A. Kami yakin masih banyak oknum yang terlibat dalam kasus ini. Ada oknum di PN dan BPN yang terlibat,” tegas Saipul.

Sementara itu, Juru bicara tim advokasi Paguyuban Masyarakat Cipete-Kunciran Jaya Bersatu, Abraham Nempung mengatakan, pihaknya akan kembali melakukan upaya hukum agar keputusan eksekusi tersebut dapat dicabut. Salah satunya melakukan advokasi ke Mahkamah Konstitusi dan Mahkamah Agung.

“Saya berharap kasus ini terus di blow up. Karena agar menjadi perhatian oleh MK, MA dan Ombudsman. Masih panjang untuk pembatalan eksekusi,” katanya.

Sebenarnya kata Abraham, Sertipikat yang dimiliki oleh warga dan PT TMRE atas kepemilikan tanah tercatat sah di BPN. Hal itu sudah menjawab legitimasi sertipikat tersebut.

“Ini palsu sertipikat yang digunakan tersangka. Kita akan lakukan upaya hukum karena menduga masih banyak oknum yang terlibat baik di PN atau BPN,” katanya. (Bal)