Bupati Pandeglang, Irna Narulita melarang mudik bagi para santri dari pondok pesantren yang berada di Pandeglang, Banten pada Idul Fitri 1442 H tahun ini.
Sebelumnya diberitakan bahwa pemerintah tengah mencanangkan dispensasi mudik bagi para santri dimomen libur lebaran kali ini.
Hal tersebut dikemukakan oleh Wapres RI, Maaruf Amin yang menurutnya kasihan dengan para santri yang harus jauh dari orangtua dimasa libur lebaran kali ini.
Irna menjelaskan, larangan dan imbauan mudik sendiri dilakukan sebagai upaya antisipasi terjadinya cluster santri yang akan timbul pasca lebaran tiba nantinya.
Oleh karena itu, ia meminta agar para santri yang berada di pondok pesantren yang berada di kota 1001 Santri tersebut agar bertahan diri di sana.
“Tetapi kalau mau adil, santri juga harus mau berkorban. Jadi jangan sampai menjadi alat yang membunuh keluarganya sendiri. Oleh karena itu kami imbau jangan mudik,” katanya saat ditemui di Pendopo Bupati Pandeglang, Rabu (5/5/2021).
Menurut orang nomor satu di Pandeglang tersebut tidak mungkin para santri yang jumlahnya ribuan tersebut di swab tes secara menyeluruh. Hal itu sangatlah tidak mungkin ditambah anggaran dari pemerintah daerah juga tidak ada untuk pelaksanaan swab tes.
“Dengan begitu kalau dia pulang maka dia bawa virus itu kepada keluarganya. Mulai gak diurus oleh RSUD, ditolak di puskesmas padahal nakes kita juga terbatas orangnya,” terangnya kepada Tangerangonline.id
Dirinya pun akan tegas dalam mengambil keputusan tersebut. Karena menurutnya untuk mempercepat memutuskan mata rantai Covid-19 dengan cara membatasi ruang gerak masyarakat.
Dirinya pun khawatir apabila tetap dipaksakan mudik untuk para santri, maka kejadian seperti di India mungkin saja terjadi.
“Tuh liat Malaysia tuh nangis darah semuanya, India karena dibuka sekarang liat bagaimana collaps-nya, jadi salah satu caranya ditutup semuanya walupun pasti akan mengganggu kestabilan perekonomian,” tegasnya. (Dan)

