Home Bandara Fokus Periode Pengetatan Perjalanan, Bandara Soetta Gelar Rapid Antigen Secara Acak

Fokus Periode Pengetatan Perjalanan, Bandara Soetta Gelar Rapid Antigen Secara Acak

0

Pengecekan dokumen berjalan baik, calon penumpang penuhi prosedur, protokol kesehatan ketat, operasional bandara lancar, OTP capai 94%

Seluruh bandara di bawah PT Angkasa Pura II (Persero) telah menjalankan ketentuan peniadaan mudik 6 – 17 Mei 2021 dengan baik.

President Director AP II Muhammad Awaluddin mengatakan, seluruh prosedur diterapkan ketat khususnya pengecekan dokumen. .

“Pengecekan dokumen syarat perjalanan dan surat hasil tes COVID-19 di bandara-bandara AP II berjalan baik dengan memperhatikan protokol kesehatan. Penumpang pesawat rute domestik yang melakukan perjalanan pada 6 – 17 Mei 2021 dari bandara AP II hanya mereka yang memiliki keperluan mendesak dan dikecualikan dari larangan perjalanan,” kata Awaluddin, Selasa (18/5/2021).

Masyarakat juga telah terinformasi dengan baik mengenai periode peniadaan mudik.

“Informasi mengenai peniadaan mudik diterima dengan baik oleh masyarakat, di mana di bandara-bandara AP II tidak ada isu signifikan terkait ini. Dalam artian, calon penumpang pesawat sudah membawa dokumen perjalanan untuk keperluan mendesak. Sistem filterisasi atau pengecekan dokumen oleh berbagai unsur stakeholder berjalan dengan baik,” ujar Awaluddin.

Sejalan dengan dipatuhinya peniadaan mudik, jumlah penumpang harian di 19 bandara AP II pada 6 – 17 Mei 2021 jauh di bawah sebelum peniadaan mudik.

“Misalnya di Bandara Soekarno-Hatta, pergerakan penumpang rute domestik pada 6 -17 Mei rata-rata sekitar 5.000 orang per hari, jauh dari sebelum adanya peniadaan mudik mencapai  40.000 – 90.000 orang per hari,” ujar Awaluddin.

“Secara kumulatif, pergerakan penumpang di 19 bandara AP II pada 6 – 17 Mei 2021 turun 91% dan pergerakan pesawat turun 77%, dibandingkan pada saat tidak ada peniadaan mudik,” tambahnya.

Dari sisi operasional penerbangan, lanjut Awaluddin, tingkat ketepatan waktu (on time performance/OTP) di Bandara Soekarno-Hatta mencatatkan kinerja sangat baik yakni mencapai 92% – 94% pada saat peniadaan mudik.

Penerapan prosedur peniadaan mudik dengan baik di bandara AP II juga mendapat apresiasi.

“Koordinasi yang baik antara AP II [pengelola Bandara Soekarno-Hatta], Garuda, Citilink, Satgas Penanganan COVID-19, KKP [Kantor Kesehatan Pelabuhan Kementerian Kesehatan] berjalan baik. Saya mengapresiasi rekan-rekan melakukan dengan baik,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta Selasa 11 Mei 2021 lalu.

Ketua DPR RI Puan Maharani saat meninjau Bandara Soekarno-Hatta pada 12 Mei menyatakan bahwa seluruh stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta solid dalam menjalankan tugas.

“Saya mengapresiasi, berterima kasih kepada seluruh instansi terkait, TNI/Polri, dan bahwa pada kesempatan yang memang kita harus sama-sama solid, bergotong royong dalam mengantisipasi pengendalian COVID-19,” ujar Puan Maharani.

Rapid test antigen

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menuturkan bahwa pemerintah memberlakukan random test bagi pelaku perjalanan dari beberapa provinsi yang menuju Jakarta.

Sejalan dengan hal tersebut, stakeholder di Bandara Soekarno-Hatta berkoordinasi menggelar rapid test antigen secara acak bagi penumpang pesawat yang mendarat mulai 16 Mei.

“AP II berterima kasih kepada seluruh stakeholder khususnya Polri yang telah menggelar rapid test antigen secara random bagi penumpang pesawat yang baru tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Hal ini dapat memperkuat upaya bersama dalam mencegah penyebaran COVID-19,” ujar Awaluddin.

Pengetatan perjalanan 1824 Mei

Awaluddin mengatakan bandara-bandara AP II mulai 18 Mei hingga 24 Mei akan mengawal pemberlakuan pengetatan perjalanan rute domestik.

“Perlu diperhatikan bagi calon penumpang pesawat di bandara-bandara AP II, bahwa pada 18 – 24 Mei calon penumpang pesawat harus membawa surat hasil tes rapid antigen atau PCR test maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan, atau surat hasil tes GeNose C19 sebelum keberangkatan,” ujarnya.

Setelah peniadaan mudik, diperkirakan pergerakan penumpang bergerak ke arah sebelum masa larangan mudik. Pada hari ini, 18 Mei 2021, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta diperkirakan mencapai sekitar 76.000 penumpang dengan 650 penerbangan.

“Hal ini harus diikuti dengan peningkatan kesiagaan seluruh personel stakeholder di bandara-bandara AP II agar protokol kesehatan dapat dijalankan dengan baik,” tutur Awaluddin. (Rmt)