Home Berita Warga Kampung Sekarwangi Neglasari Keluhkan Penutupan Jalan Umum di Komplek Korpri

Warga Kampung Sekarwangi Neglasari Keluhkan Penutupan Jalan Umum di Komplek Korpri

0

Warga RT05 RW07 Kampung Sekarwangi, Kelurahan Neglasari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang mengeluhkan adanya penuputan jalan.

Jalan umum yang sejak lama menjadi akses utama masyarakat Kampung Sekarwangi menuju wilayah Kelurahan Kedaung Wetan dan Jalan Marsekal Suryadarma ini ditutup.

Dimana, jalan yang menghubungkan wilayah Kelurahan Neglasari dengan wilayah Kelurahan Kedaung Wetan melalui Kompleks Korpri ditutup menggunakan pagar besi yang dicor langsung ke badan jalan.

Akibatnya, warga kesulitan mengakses jalan untuk beraktifitas sehari-hari terlebih bagi mereka yang menggunakan mobil. Warga mengaku, terpaksa memutar jalan yang jaraknya cukup jauh dari pemukiman menuju ke perkotaan, maupun untuk tujuan beraktifitas sehari-hari.

Warga Kampung Sekarwangi, Ahmad Sarifuddin (40) mengatakan, selama ini jalan tersebut menjadi akses utama warga untuk beraktifitas.

“Jalan ini merupakan akses utama bagi masyarakat sini. Sejak ini ditutup, kami harus memutar jauh untuk mencapai tempat kerja ataupun tempat bersekolah anak-anak kami,” ujar Ahmad saat dijumpai di lokasi penutupan jalan, Rabu (2/6/2021).

Menurut Ahmad, badan jalan yang ditutup itu juga merupakan akses utama bagi siswa siswi yang berasal dari Kampung Sekarwangi menuju SD Negeri Kedaung Wetan, SMPN 22 Kota Tangerang dan SMK Penerbangan.

“Penutupan jalan ini sudah terjadi sejak setahun lalu, ini ditutup total. Jangankan mobil, sepeda motor pun tidak dapat melintas lagi,” keluhnya.

Ahmad menuturkan, jalan tersebut sebelumnya dapat diakses oleh masyarakat meskipun dipasang portal dan dijaga oleh petugas keamanan. Namun, sejak siaga Covid-19, akses utama masyarakat sekitar itu ditutup total.

Dia pun berharap, Pemerintah Kota Tangerang dapat membuka kembali jalan yang menjadi akses utama masyarakat Kampung Sekarwangi itu.

Hal senanda juga dikatakan Sugeng Lubar, warga lainnya. Sugeng mengaku telah membuat petisi dari warga Sekarwangi untuk dan mengajukan permohonan kepada Wali Kota Tangerang membuka kembali jalan itu dan dapat diakses oleh masyarakat sekitar.

Bahkan kata Sugeng, mediasi antara warga Kampung Sekarwangi dengan warga Komplek Korpri telah dilakukan. Namun dalam mediasi tersebut tidak membuahkan kesepakatan atau deadlock.

“Kami sangat menyayangkan dengan adanya penutupan jalan ini. Sebelumnya kami tidak ada permasalahan dengan warga komplek perumahan itu. Harapan kami, jalan ini kembali dibuka untuk umum. Dikembalikan ke fungsi awalnya, yaitu akses umum,” kata Sugeng.

Pantauan tangerangonline.id di lokasi, akses tersebut ditutup menggunakan besi yang telah dicor ditambah dengan tumpukan puluhan pupuk organik.

Di bahu dan badan jalan juga telah berdiri pos keamanan tanpa penjagaan.

Tidak sedikit pula masyarakat atau pemotor yang harus memutar balik kendaraannya setelah melihat jalan tersebut tidak lagi dapat dilalui.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Kota Tangerang, Tatang Sutisna yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya hingga berita ini diturunkan tidak merespon panggilan wartawan. (Rmt)