Home Berita Selegram Rachel Vennya Kabur Dari Karantina Covid-19, Ini Kata Kapendam Jaya

Selegram Rachel Vennya Kabur Dari Karantina Covid-19, Ini Kata Kapendam Jaya

0

 

Kodam Jaya selaku Kogasgabpad Covid -19 segera merespon terkait berita viral kaburnya Selegram Rachel Vennya dari karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan.

Kapendam Jaya , Kolonel Arh Herwin BS, meyampaikan, saat ini Pihak Kodam Jaya sedang dalam proses penyelidikan terkait berita kaburnya Selegram Rachel Vennya dari Karantina di RSDC Wisma Atlet Pademangan.

“Pemeriksaan yang dilakukan dimulai dari Hulu sampai ke Hilir dalam arti pemeriksaan dilakukan dimulai dari Bandara sampai dengan di RSDC wisma Pademangan. Dari hasil penyelidikan sementara, terdapat temuan bahwa adanya oknum anggota TNI bagian Pengamanan Satgas di Bandara yang melakukan tindakan Non Prosedural,” ungkap Kapendam Jaya , Kolonel Arh Herwin BS, dalam keterangan tertulisnya Kamis (14/10/2021) di Jakarta.

Ia menerangkan, keputusan kepala Satgas Covid -19 No.12/2021 tanggal 15 September 2021 menyatakan bahwa yang berhak mendapat fasilitas Repatriasi karantina di RSDC Wisma Pademangan adalah pertama, kata Kapendam, para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia dan menetap minimal 14 hari di Indonesia.

Kedua, sambungnya, Pelajar/Mahasiswa Indonesia setelah mengikuti pendidikan atau melaksanakan tugas belajar dari Luar Negri dan, ketiga, Pegawai Pemerintah RI yang kembali ke Indonesia setelah melaksanakan perjalanan dinas dari Luar Negri.

“Pada Kasus selegram Rachel Vennya menunjukkan bahwa yang bersangkutan tidak berhak mendapat fasilitas tersebut. Pada saat pendalaman kasus, ditemukan adanya dugaan tindakan Non Prosedural oleh oknum anggota Pengamanan Bandara Soetta (TNI)  berinisial An.FS, yang telah mengatur agar Selegram Rachel Ven dapat menghindari prosedur pelaksanaan karantina yang harus dilalui setelah melakukan perjalanan dari Luar Negri, ” beber Kapendam Jaya.

“Atas perintah Pangdam Jaya selaku Pangkogasgabpad Covid -19, maka proses pemeriksaan dan penyidikan terhadap oknum tersebut akan dilakukan secepatnya,” tandasnya.

Ia juga menegaskan, penyelidikan juga akan dilakukan terhadap tenaga sektor kesehatan, tenaga pengamanan dan penyelenggara karantina lainnya agar diperoleh hasil yang maksimal sebagai bahan evaluasi sesuai dengan Surat Edaran Satgas Covid -19 Nomor 18/2021 yang mana bahwa tamu atau warga yang baru datang dari Luar Negeri wajib melaksanakan karantina selama 8 x24 jam (8 hari).

” Kogasgabpad Covid -19 mengucapkan terimakasih atas informasi dari berita yang diterima dan memohon maaf atas ketidaknyamanan dalam proses Pelaksanaan Satgas Covid 19, ” demikian dikatakan Kapendam Jaya.(MRZ)