Presiden Prabowo Sebut Pemerintah Jalankan 121 Kebijakan Transformatif dalam 21 Bulan

By
6 Min Read

Jelang peringatanHari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, Presiden Prabowo Subianto memberikan Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat (14/8/26).

Presiden menyebut Pemerintah telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif dalam 21 bulan sejak dirinya mengucapkan sumpah sebagai Presiden Republik Indonesia.

Presiden menjelaskan, 121 kebijakan transformatif tersebut dijalankan dalam 663 hari pemerintahan atau rata-rata satu kebijakan transformatif setiap lima hari. Kebijakan-kebijakan tersebut ditujukan untuk menyelesaikan berbagai persoalan negara, termasuk sejumlah persoalan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

“Dalam 21 bulan, tepatnya 663 hari sampai hari ini, Pemerintah yang saya pimpin telah memutuskan dan menjalankan 121 kebijakan-kebijakan transformatif untuk menyelesaikan masalah-masalah negara,” kata Presiden Prabowo.

Capaian tersebut merupakan hasil dari keberanian mengambil keputusan, kerja keras, kehendak yang jelas, serta gotong royong seluruh unsur bangsa. Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah belum dapat menyatakan seluruh persoalan bangsa telah selesai.

“Tetapi dalam waktu kurang dari 2 tahun, kita telah buktikan bahwa dengan keberanian mengambil keputusan, dengan kerja keras, dengan hati yang tulus, kehendak yang jelas, dan gotong royong seluruh unsur bangsa, masalah-masalah yang selama puluhan tahun dianggap sangat rumit, atau terlalu rumit dapat kita mulai diselesaikan,” ucap Presiden.

Salah satu capaian yang disampaikan Presiden adalah keberhasilan Indonesia mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam waktu satu tahun, lebih cepat dari target awal empat hingga lima tahun. Delapan komoditas tersebut meliputi beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.

Dalam mendukung capaian tersebut, Pemerintah telah menghapus 145 aturan penyaluran pupuk dan menurunkan harga pupuk sebesar 20 persen. Presiden menyampaikan bahwa kebijakan tersebut turut mendorong peningkatan keuntungan PT Pupuk Indonesia sebesar 252,8 persen.

Di sektor energi, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia mulai mewujudkan swasembada solar melalui produksi diesel dengan campuran biodiesel B50. Sejak 1 Juli 2026, Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri dan berhasil menghemat devisa sebesar Rp170 triliun atau sekitar USD9,5 miliar.

“Ini bukan alasan untuk berpuas diri. Ini rangsangan untuk kita bekerja lebih keras lagi. Karena kemerdekaan bukan hanya apa yang kita proklamasikan. Kemerdekaan adalah apa yang dirasakan rakyat,” tandas Presiden.

Presiden juga menekankan bahwa seluruh capaian tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjalankan mandat rakyat dan mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Saya tidak menerima mandat dari rakyat untuk menjelaskan mengapa masalah tidak dapat diselesaikan. Saya menerima mandat dari rakyat justru untuk menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan rakyat,” tegasnya.

Dihadapan para wakil rakyat dan tamu undangan negara sahabat, Prabowo menandaskan, pembangunan Indonesia bukan pekerjaan Presiden seorang diri, melainkan hasil kerja bersama seluruh lembaga negara, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh rakyat Indonesia.

Dalam pidatonya, Presiden menyampaikan sejumlah capaian lainnya, antara lain pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih, operasional 10.000 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih, program Makan Bergizi Gratis, perbaikan 71.744 sekolah pada 2026, serta perluasan layanan Cek Kesehatan Gratis yang hingga kini telah menjangkau 108 juta orang.

“Pemerintah tidak boleh berpuas diri karena masih terdapat berbagai persoalan yang harus diselesaikan, mulai dari kemiskinan, pendidikan, penciptaan lapangan kerja, pemberantasan korupsi, hingga penertiban pertambangan ilegal dan penyelundupan,” kata Presiden.

“Selama pekerjaan itu masih ada, Pemerintah dan seluruh lembaga negara tidak boleh berpuas diri,” tamahnya.

Pembangunan yang dilakukan pemerintah tidak semata-mata ditujukan untuk satu masa jabatan, melainkan untuk meletakkan fondasi bagi masa depan Indonesia.

“Kita tidak bekerja dan membangun untuk satu masa jabatan. Kita membangun untuk satu zaman. Kita membangun untuk satu abad Indonesia,” tegas Prabowo.

Dalam akun medsosnya, Presiden Prabowo menyampaikan, bahwa dirinya ingin menegaskan kembali satu hal penting, tujuan akhir dari seluruh pembangunan bangsa kita bukanlah semata-mata angka pertumbuhan ekonomi atau besarnya nilai investasi.

“Tujuan utama kita hanyalah satu, yaitu terwujudnya kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Alhamdulillah, hasil nyatanya kini mulai kita rasakan bersama, diantaranya swasembada pangan pada 8 komoditas utama. Penyaluran pupuk yang makin mudah dan tepat sasaran bagi para petani kita. Hingga kemajuan hilirisasi nasional yang memberikan nilai tambah nyata bagi perekonomian kita,” tuturnya.

Seluruh capaian ini adalah hasil dari semangat gotong royong seluruh elemen bangsa, hasil dari kerja keras kita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang mandiri, berdikari, dan berdaya saing.

Tugas pemerintah itu sederhana, kata Prabowo, yakni mendengarkan suara rakyat, memahami kesulitan mereka, dan hadir membawakan solusi. Setiap jengkal pembangunan yang kita lakukan harus bisa dirasakan manfaatnya secara adil dan merata.

“Pemerintah akan terus membersamai perjuangan saudara-saudara sekalian. Kita akan terus bekerja tanpa henti demi masa depan Indonesia yang lebih makmur, sejahtera, dan bermartabat,” tutup Presiden Prabowo Subianto.(MRZ)

Share This Article