Lagi, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 23 Kg Emas di Bandara Soetta

By
2 Min Read
Bea Cukai dan Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno-Hatta gagalkan penyelundupan emas 23,793 kilogram emas senilai Rp63 miliar. Foto: tangerangonline.id

Petugas Bea Cukai bekerjasama dengan Aviation Security (AVSEC) kembali menggagalkan penyelundupan emas di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam kurun waktu kurang dari 24 jam, dua modus berbeda terungkap dengan total barang bukti mencapai 23,793 kilogram emas senilai Rp63 miliar.

7 Penumpang Asal China

Pada Selasa dini hari, tujuh penumpang asal China tujuan Hong Kong kedapatan membawa emas berbentuk silinder menyerupai telur.

Penyelidikan mendalam, petugas menemukan emas disembunyikan melalui body insertion (vagina dan dubur), pakaian dalam yang dimodifikasi, hingga tas bawaan.

Barang bukti berupa 41 keping emas dengan berat total 17,436 kg senilai Rp46 miliar berhasil diamankan.

“Ditemukan metode penyembunyian emas yang dimasukkan ke dalam rongga tubuh, disembunyikan pada pakaian dalam yang telah dimodifikasi dan di dalam tas,” kata Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa di Bandara Soetta, Tangerang, Kamis (13/8/2026).

Oknum Staff Ground Handling Terlibat

Kasus kedua, pada hari yang sama, seorang staf ground handling kedapatan membawa emas melalui jalur operasional bandara dan menyerahkannya kepada penumpang tujuan Dubai.

“Ditemukan tujuh keping emas berbentuk cast bar dengan berat total 6,357 kilogram dengan nilai pasar Rp17 miliar,” kata Purbaya.

Penindakan dilakukan terhadap dua WNI, yakni staf ground handling dan penumpang tujuan Dubai. Kini, keduanya ditahan oleh petugas.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai, Djaka Budhi Utama, mengungkapkan bahwa pola penyelundupan semakin kompleks dan menuntut pengawasan adaptif.

“Dalam waktu kurang dari 24 jam kami menghadapi dua modus berbeda. Yang pertama dengan cara dimasukkan ke area kemaluan wanita dan dubur. Pada kasus berikutnya, kami menemukan pemanfaatan oknum ground handling,” ungkap Djaka.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara Bea Cukai, Avsec, kepolisian, serta Ditjen Gakkum ESDM.

Menteri Keuangan menekankan pentingnya peningkatan kapabilitas Bea Cukai sebagai “penjaga gerbang” Indonesia.

“Dengan mengombinasikan teknologi pemeriksaan, analisis risiko, dan sinergi dengan seluruh stakeholder bandara, penindakan tidak berhenti pada siapa yang membawa barang, tetapi juga menelusuri asal barang dan jaringan pengirimnya,” pungkas Purbaya. (Rmt)

Share This Article