Home Berita Muncul Klaster PTMT Covid-19, Sekolah Tatap Muka di Depok Dihentikan

Muncul Klaster PTMT Covid-19, Sekolah Tatap Muka di Depok Dihentikan

0

Zakiyah (9 tahun) hanya tertegun ketika ada pengumuman dari sekolah bahwa Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) disekolahnya dihentikan. Usai belajar tatap muka selama satu bulan, kini siswa SD Negeri Baktijaya, Depok, Jawa Barat tersebut, harus rela untuk belajar secara daring dirumah, yang selama dua tahun belakangan ini memang ia lakukan.

“Sedih sih, mendengarnya, tapi mau bagaimana lagi, lebih enak tatap muka,” ujar Zakiyah yang sangat senang bila bersekolah tatap muka, karena bisa bertemu guru dan teman-temannya.

Disekolahnya, tak satupun yang terpapar Covid-19.Protokol Kesehatan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas) dilakukan secara ketat di sekolah ini.

Pihak sekolah tak mau ambil resiko akan serangan virus ini terhadap siswa dan guru sekolah. Bahkan, ada orang tua yang menjemput anaknya tanpa memakai masker, disuruh pulang oleh gurunya untuk mengambil masker, baru kemudian anaknya boleh dijemput pulang.

Siswa yang dijemput orang tuanya, diminta langsung pulang kerumah dan tidak boleh mampir-mampir terlalu lama. Selain itu, siswa diwajibkan untuk menaiki kendaraan bermotor, tidak diperkenankan naik angkutan umum (angkot) agar tidak terjadi penularan Covid-19.

Begitu ketatnya Prokes 5M bagi guru, siswa dan orang tua disekolah ini. Namun, anak-anak yang riang gembira sekolah tatap muka, harus menerima kenyataan bahwa pertemuan tatap muka dihentikan. Hal itu tentu untuk menjaga kesehatan bersama antara orang tua, guru dan siswa agar virus Covid-19 tidak menyebar dan angka terpapar Covid-19 diharapkan akan terus menurun.

Pada 19 Nopember kemarin, Walikota Depok Mohammad Idris, menghentikan sementara pelaksanaan sekolah tatap muka sampai 29 November 2021. Pelarangan pembelajaran tatap muka ini berlaku di seluruh wilayah Kota Depok lantaran terjadi klaster penyebaran Covid-19 salah satu sekolah.

Penghentian itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Depok Nomor: 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara Secara Terbatas pada Penyelenggaraan PTMT selama sepuluh hari.

Hal itu dilakukan mengingat terjadi peningkatan kasus Covid-19 klaster PTMT (Pertemuan Tatap Muka Terbatas) di beberapa wilayah Depok.

“Kita mengambil kebijakan, salah satunya penghentian sementara PTM se-Kecamatan Pancoran Mas,” terang Idris.

Karena salah satu sekolah ada puluhan yang terpapar Covid-19, maka seluruh sekolah di Kota Depok, pembelajaran tatap muka dihentikan sementara. Kebijakan itu berlaku bagi siswa mulai dari jenjang PAUD, TK/RA, SD/MI, dan bagi siswa SMP/MTS, SMA/MA.

Mengingat banyak yang terpapar Covid-19, maka siswa di Pancoran Mas, kembali melakukan proses Belajar Dari Rumah (BDR) atau daring. Sebelumnya juga, di SMP Negeri 2 Depok yang berada di Kecamatan Pancoran Mas, terdapat satu siswa terkonfirmasi positif.

Proses swab masal dilakukan terhadap 50 orang yang kontak erat dengan yang terpapar,  dan hasilnya ditemukan delapan orang baik guru maupun siswa terkonfirmasi positif Covid-19.

Menurut Walikota Depok, penghentian sementara PTMT ini disebabkan karena melonjaknya kasus Covid-19 di Kecamatan Pancoran Mas Kota, Depok.

“Sehingga terjadi klaster PTMT. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok dan seluruh satuan pendidikan melakukan konsolidasi pelaksanaan dan pengawasan dalam implementasi penghentian sementara PTMT ini,” beber Walikota Depok.

Sementara itu, Juru Bicara Gugus Tugas Satgas Covid-19 Kota Depok, Dadang Wihana, mengatakan, PTMT dihentikan sesuai surat edaran Walikota Depok, lantaran ada 105 kasus baru Covid-19 klaster PTMT dalam satu hari di wilayah Pancoran Mas.

Atas keputusan pemerintah tersebut, sejumlah orang tua murid merasa sedih dan berharap agar Covid-19 segera sirna dari Indonesia, sehingga kehidupan dapat berjalan normal kembali dan ekonomi kita dapat bangkit kembali.

“Kami sebagai orang tua murid merasa sedih dengan kejadian ini dan berharap semoga bisa masuk sekolah tatap muka lagi,” kata Safa, orang tua murid yang bersekolah SD Negeri Baktijaya di Depok itu.(MRZ)