Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta menegaskan komitmennya menjaga kelancaran arus penumpang internasional dengan menggelar simulasi penanganan gangguan sistem di Terminal 3 Internasional.
Langkah ini menjadi tindak lanjut atas implementasi SOPAP terbaru mengenai penanganan kendala kesisteman di Tempat Pemeriksaan Imigrasi.
Simulasi tersebut bukan sekadar latihan teknis, melainkan uji ketahanan operasional yang menekankan disiplin pelaporan berjenjang dan pengambilan keputusan cepat.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta, Galih P. Kartika Perdhana, memimpin langsung jalannya kegiatan mengatakan bahwa simulasi tersebut memastikan layanan tidak berhenti ketika gangguan terjadi.
“Batas lima belas menit adalah garis tegas. Jika sistem belum pulih, alur pelaporan wajib berjalan, keputusan manual diambil secara terkoordinasi, dan integritas pemeriksaan tidak boleh dikompromikan,” ujar Galih, Selasa (11/11/2025).
Dalam skema mitigasi, petugas menunggu pemulihan sistem sesuai batas waktu yang ditetapkan. Jika gangguan berlanjut, laporan berjenjang dilakukan hingga ke tingkat pusat, dengan opsi pemeriksaan manual yang tetap sah secara hukum dan terpantau audit.
Galih menekankan pentingnya standar yang terukur.
“Kami tetapkan sasaran perbaikan yang terukur. Rata-rata waktu pemulihan kami tekan. Tingkat kesalahan input kami jaga mendekati nol melalui verifikasi dua tingkat,” ujarnya.
“Tidak ada penumpang yang lolos pemeriksaan karena alasan gangguan. Semua langkah terekam, dapat diaudit, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.
Selain itu, Galih menegaskan bahwa keberhasilan mitigasi bergantung pada kolaborasi lintas instansi dalam ekosistem All Indonesia.
“Mitigasi tidak bisa bekerja hanya sendiri, kami sinkronkan koordinasi petugas, kanal informasi, dan dukungan teknis lintas instansi agar keputusan manual tetap sah, aman, dan cepat. Hasil hari ini menjadi dasar drill berkala, pembaruan modul pelatihan, dan penyiapan perangkat cadangan di titik rawan,” jelasnya.
Dengan simulasi ini, Imigrasi Soekarno-Hatta ingin menyampaikan pesan kepastian layanan kepada masyarakat. Disiplin prosedur, komunikasi yang solid, serta dukungan teknis berkelanjutan diyakini akan memperkuat keandalan pemeriksaan keimigrasian di bandara terbesar di Indonesia. (Rmt)

