Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan salah satu sektor yang memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Keberadaan UMKM mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat perekonomian daerah. Namun, perkembangan UMKM masih menghadapi berbagai tantangan, seperti rendahnya kualitas sumber daya manusia, kurangnya inovasi usaha, terbatasnya kemampuan manajerial, dan minimnya keterlibatan generasi muda dalam mendukung pengembangan usaha. Kondisi tersebut menyebabkan banyak pelaku UMKM belum mampu memanfaatkan potensi yang dimiliki secara optimal. Konteks ini sejalan dengan artikel contoh yang menempatkan UMKM sebagai fokus utama kegiatan PKM berbasis masjid.
Di sisi lain, remaja masjid merupakan kelompok masyarakat yang memiliki potensi besar sebagai agen perubahan dalam lingkungan sosial. Selain aktif dalam kegiatan keagamaan, remaja masjid juga memiliki kesempatan untuk berkontribusi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, termasuk membantu pengembangan UMKM di lingkungan sekitar masjid. Melalui semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan kemampuan berorganisasi, remaja masjid dapat menjadi penggerak berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Meskipun demikian, partisipasi remaja masjid dalam kegiatan pemberdayaan ekonomi masih tergolong rendah. Sebagian besar kegiatan organisasi masih berfokus pada aktivitas keagamaan sehingga peran mereka dalam mendukung pengembangan UMKM belum berjalan secara optimal. Selain itu, keterbatasan pengetahuan mengenai kepemimpinan sosial, komunikasi organisasi, manajemen kegiatan, dan pemberdayaan masyarakat menjadi faktor yang menghambat keterlibatan mereka.
Berdasarkan kondisi tersebut, diperlukan suatu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) yang mampu meningkatkan kapasitas remaja masjid melalui pelatihan kepemimpinan sosial. Pelatihan ini bertujuan membentuk karakter kepemimpinan yang bertanggung jawab, meningkatkan kemampuan bekerja sama, memperkuat komunikasi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap pengembangan UMKM. Dengan bekal tersebut, remaja masjid diharapkan mampu berpartisipasi secara aktif dalam mendukung kegiatan ekonomi masyarakat.
Kegiatan PKM ini dilaksanakan di Masjid Darul Khoir, Jakarta Timur, dengan sasaran utama anggota Remaja Masjid Darul Khoir yang berada pada usia produktif. Pemilihan lokasi didasarkan pada potensi organisasi remaja masjid yang aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan serta keberadaan pelaku UMKM di lingkungan sekitar masjid. Sinergi antara remaja masjid dan pelaku UMKM diharapkan mampu menciptakan ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan.
Kepemimpinan sosial merupakan kemampuan seseorang untuk memengaruhi, menggerakkan, dan mengarahkan masyarakat dalam mencapai tujuan bersama melalui sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. Seorang pemimpin sosial tidak hanya berorientasi pada pencapaian organisasi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan pemberdayaan.
Dalam konteks organisasi remaja masjid, kepemimpinan sosial memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Remaja masjid dapat menjadi pelopor berbagai kegiatan sosial yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, termasuk membantu pengembangan UMKM. Kemampuan mengorganisasi kegiatan, menyusun program kerja, membangun komunikasi dengan masyarakat, serta menggerakkan partisipasi warga merupakan bagian dari kompetensi kepemimpinan yang perlu dikembangkan sejak dini.
Pengembangan UMKM tidak hanya bergantung pada kemampuan pelaku usaha, tetapi juga membutuhkan dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Remaja masjid dapat berkontribusi melalui penyelenggaraan bazar produk lokal, promosi usaha masyarakat, pendampingan pemasaran digital, hingga pelaksanaan kegiatan sosial yang melibatkan pelaku UMKM. Dengan demikian, keberadaan remaja masjid menjadi salah satu faktor pendukung dalam meningkatkan daya saing UMKM di lingkungan masyarakat.

